Oposisi dan Ketua DPR Kompak Khawatir ke Kapal Perang China di Natuna, TNI AL Minta Pembuktian

- 18 September 2021, 09:20 WIB
Ilustrasi Kapal Milik TNI AL di Perairan Natuna. Puan berbicara lantang antaran adanya kapal milik China, mulai dari kapal coast guard hingga kapal perang, yang berkeliaran di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia, tepatnya di Laut Natuna Utara.
Ilustrasi Kapal Milik TNI AL di Perairan Natuna. Puan berbicara lantang antaran adanya kapal milik China, mulai dari kapal coast guard hingga kapal perang, yang berkeliaran di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia, tepatnya di Laut Natuna Utara. /Antara Foto/M Risyal Hidayat

PIKIRAN RAKYAT - Kondisi wilayah Natuna yang dinilai dalam ancaman ditanggapi serius Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani. Dia mengingatkan pemerintah harus serius menangani dugaan pelanggaran kedaulatan negara oleh China di Laut Natuna Utara.

Indonesia tidak boleh membiarkan negara lain terus ‘mengganggu’ wilayah kedaulatan Indonesia.

Puan berbicara lantang antaran adanya kapal milik China, mulai dari kapal coast guard hingga kapal perang, yang berkeliaran di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia, tepatnya di Laut Natuna Utara.

Bahkan kehadiran kapal-kapal China tersebut membuat takut nelayan Indonesia untuk melaut.

Baca Juga: Kicauan Dokter Asal AS Soal Virus Paling Berbahaya Adalah Politikus Serakah Jadi Sorotan Netizen Indonesia

“Pemerintah tidak bisa berdiam diri saat negara lain memasuki wilayah kita tanpa izin. Indonesia harus mampu menjaga kedaulatan, karena ini menyangkut harga diri bangsa, apalagi nelayan kita. Sebagian rakyat Indonesia, dibuat takut oleh mereka,” kata Puan seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Parlementaria pada Sabtu 16 September 2021.

Puan lantas mengingatkan, bukan kali ini saja kapal China memasuki perairan Natuna. Untuk itu, Puan meminta pemerintah segera menyatakan sikap kepada China untuk tidak mengganggu kedaulatan Indonesia.

“Presiden Joko Widodo pernah terjun langsung ke perairan Natuna sebagai sinyal kepada China bahwa kedaulatan Indonesia tidak bisa diganggu. Langkah tersebut kita apresiasi. Saya rasa pemerintah perlu menyampaikan kembali nota protes kepada China,” ucap Puan mengingatkan.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 18 September 2021: Ketakutan Mama Rosa Soal Reyna Benar-benar Terjadi, Siap Jadi Tumbal

Puan meminta pemerintah menanyakan kepada Pemerintah China, apa maksud mereka mengirim kapal perang ke perairan Indonesia. Sebab, China juga diketahui mengirimkan kapal survei yang dibayangi oleh kapal coast guard mereka.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X