Jumat, 28 Februari 2020

Ditanya Soal WNI yang Disandera, Wiranto Berkelit

- 1 Agustus 2016, 07:20 WIB
MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto saat diwawancara usai menghadiri Peresmian Pembukaan Pameran Lukisan di Galeri Nasional, Jakarta, Senin, 1 Agustus 2016.*

JAKARTA, (PR).- Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto bukannya menjawab pertanyaan-pertanyaan wartawan mengenai nasib para anak buah kapal (ABK) melainkan meminta izin agar dibiarkan bekerja. Padahal, para wartawan tengah menanyakan upaya pemerintah atas WNI yang sudah lebih 20 hari disandera kelompok bersenjata. "Biarkan saya bekerja lah ya. Jadi niat saya hanya bagaimana saya membantu menyelesaikan berbagai permasalahan politik, hukum, dan keamanan nasional yang saat ini butuh keberadaan kita. Biarlah saya bekerja dululah, bekerja dengan sekuat apa yang saya miliki dengan pengalaman saya," kata Wiranto di Galeri Nasional, Jakarta, Senin, 1 Agustus 2016 saat ditanya tentang 10 WNI yang saat ini masih disandera kelompok Abu Sayyaf. "Yang pasti niat saya, semangat saya bagaimana saya bisa menyelesaikan tugas presiden yang termaktub dalam nawacita, tentu dalam koridor atau wilayah politik, hukum, dan keamanan," kata Wiranto melanjutkan. Alih-alih menjawab pertanyaan soal sandera, Wiranto justru menjelaskan tentang kondisi politik, hukum, dan keamanan di Indonesia. Dia mengatakan politik sekarang sudah bagus. Hanya saja, kata Wiranto, masih perlu ada satu semangat lembaga politik dan insan politik untuk memiliki satu semangat yang sama dan tanggung jawab yang sama bahwa politik bagian dari faktor pendukung maju dan mundurnya pemerintah. "Kalau politik tidak sehat, tentu negeri ini akan terpengaruh dan mempengaruhi hal-hal lain. Karena itu tugas saya bagaimana saya mengajak insan politik untuk bersama-sama memiliki tanggung jawab bersama untuk bagaimana negeri ini untuk lebih maju lagi kan begitu," katanya. Di bidang hukum, kata Wiranto, hukum menjadi kesepakatan kolektif dari negeri atau bangsa ini. Kalau hukum disepakati, diikuti, dan dipatuhi menuurt dia semuanya akan beres dan teratur. Di sinilah, semangat Wiranto mengajak lembaga hukum dan aparat penegak hukum melakukan tugas dan menjaga hukum sebaik-baiknya. "Aparat penegak hukum harus memberi contoh yang baik, supaya hukum betul-betul ditegakkan di negeri ini. Nanti kalau sudah ditegakkan akan muncul keteraturan akan menyebabkan semua program-program pemerintah akan jalan, investasi dari luar negeri akan lebih besar lagi. Karena tidak mungkin investasi masuk di negara yang hukumnya tidak jelas," katanya. Wartawan kembali menanyakan tentang koordinasi Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Filipina mengenai pembebasan sandera. Namun, Wiranto meminta agar penjelasannya tidak dipotong. "Tunggu dulu ya," katanya. Wiranto kemudian lanjut menjelaskan masalah keamanan. Dia mengatakan keamanan bukan hanya tugas aparat petugas keamanan, melainkan tugas bersama. Aparat penegak keamanan, kata Wiranto, hanya sebagian dari inti menjaga keamanan nasional. Namun, rakyatlah yang menurut dia menjadi bagian utama negeri untuk diamankan dan dijaga. "Beberapa letupan yang terjadi tentunya merupakan keprihatinan kita dan tidak perlu terulang kembali. Tapi intinya, saya mohon kepada seluruh masyarakat Indonesia, walaupun jabatan ini pernah saya jabat 16 tahun lalu saya hanya melanjutkan. Tapi biarlah saya bekerja, izinkan saya bekerja semaksimal mungkin untuk membantu bapak presiden menyelesaikan misi yang cukup berat," katanya. ***


Editor: Arie C. Meliala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X