Selasa, 21 Januari 2020

Archandra Diminta Bangun Kemandirian Energi

- 27 Juli 2016, 09:27 WIB

JAKARTA (PR).- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar tidak pernah menyangka akan menjadi seorang menteri karena tidak pernah mengimpikan posisi itu. Namun, Presiden Joko Widodo memintanya menggantikan posisi Sudirman Said. Dia terutama diminta Jokowi membereskan masalah dalam bidang minyak dan gas. "Ceritanya agak suprise, saya juga nggak bermimpi untuk menjadi apa yang ada hari ini. Cuma ada beberapa kesempatan saya berkomunikasi dengan Bapak Presiden mengenai masalah yang dihadapi Indonesia, terutama di bidang oil (minyak) and gas," kata Archandra setelah dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 27 Juli 2016. Setelah mendapat kesempatan berdiskusi itu, kata Archandra, ada hal-hal yang bisa diimplementasikan berdasarkan pengalamannya. Dari sisi itulah kemudian diskusi berlanjut sampai akhirnya ia ditunjuk menjadi menteri dan dilantik hari ini. Dia baru tahu resmi terpilih beberapa hari lalu. "Mungkin beberapa hari yang lalu, mungkin kemarin atau beberapa hari lalu, tidak dalam waktu yang 1-2 minggu, enggak. Singkat sekali. Saya sendiri baru datang (ke Indonesia) hari Minggu. Baru tahunya ya dalam jeda waktu itu," kata Archandra. Untuk program ke depan, kata Archandra, dia diminta membangun kemandirian dari sisi energi. Soalnya kebutuhan energi tahun ke depan sangat besar. Saat kebutuhan minyak dan gas terus meningkat, Archandra mengatakan justru setiap tahun produksi Indonesia menurun. Belajar dari pengalamannya, Archandra mengatakan untuk meningkatkan produksi, harus mengunakan teknologi. Soalnya, kunci dari peningkatan produksi, selain teknologi juga proses yang akuntabel dan memerlukan SDM yang mumpuni. "Tiga hal yang kita harapkan nanti. Pertama, tulang punggungnya adalah teknologi. Kedua, sumber daya manusia yang mumpuni. Ketiga membikin proses yang akuntabel," katanya. Archandra memastikan akan menerapkan bekal yang diperolehnya selama di Amerika. Bekal itu seperti integritas dalam membangun sektor industri energi minyak dan gas, energi terbarukan, dan kelistrikan. Dalam pengelolaan itu, kata Archandra, sangat diperlukan transparansi. "Belajar dari pengalaman, yang namanya integritas pengelolaan sumber daya alam, sangat diperlukan. Sehingga kita bisa duduk sejajar dengan bangsa-bangsa lain kalau kita bisa secara bangsa berintegritas dalam dealing atau memutuskan policy dalam bidang oil and gas," katanya.***


Editor: Arie C. Meliala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X