Kamis, 2 April 2020

Lalu Lintas Macet, Wisatawan Tetap Kunjungi Malioboro

- 12 Juli 2016, 08:48 WIB

YOGYAKARTA, (PR).- Proses penataan kawasan Malioboro yang saat ini masih berlangsung tidak menghalangi wisatawan mengunjungi tempat yang selama ini menjadi ikon wisata di Kota Yogyakarta saat libur. Meski libur Lebaran telah usai, namun Maliboro masih menjadi primadona. Akses memenuju Malioboro padat merayap, Selasa 12 Juli 2016. Bahkan kondisi ini sudah dimulai sejak H+2 Lebaran. ‚ÄĚPusat keramaian libur panjang akhir pekan tetap berada di kawasan Malioboro," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta Eko Suryo Maharso di Yogyakarta. Eko mengatakan, pemerintah tidak menyiapkan acara khusus yang digelar di kawasan Malioboro saat libur Lebaran. Namun, karena libur sekolah masih sampai minggu depan, beberapa wisatawan masih banyak yang menghabiskan waktu untuk berlibur di Yogyakarta. Eko berharap, wisatawan yang datang ke Malioboro memaklumi kondisi yang ada karena penataan dilakukan untuk meningkatkan kenyamaan wisatawan di masa yang akan datang. "Ruas jalan yang mengalami kepadatan adalah mulai dari Tugu, kawasan Malioboro, Keraton Yogyakarta dan beberapa ruas jalan di sekitar tempat wisata. Lokasi-lokasi tersebut perlu diantisipasi agar lalu lintas tetap lancar," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Golkari Made Yulianto. Sedangkan untuk lokasi parkir, pengunjung khususnya di Malioboro dapat memanfaatkan parkir yang sudah ada seperti Taman Parkir Abu Bakar Ali, Senopati, Sriwedani dan Ngabean. "Parkir Ketandan yang berada di bekas lahan UPN juga bisa dimanfaatkan," katanya. Diserbunya Malioboro oleh wisatwan mengakibatkan beberapa akses terpaksa dilakukan rekayasa lalu lintas karena semua jalur menuju Malioboro padat merayap. Dari Stasiun Tugu, Jalan Taman Siswa Hingga Gondokusuman. Sejumlah pengunjung Malioboro mengaku sengaja berlibur ke Yogyakarta karena tertarik dengan ragam souvenir, tempat wisata dan budayanya. Meski harus berjibaku dengan kemacetan arus lalu lintas, namun, hal itu tak membat para wisatawan mengurungkan niatnya berlibur ke Yogyakarta. "Saya pilih liburan ke Malioboro karena sekalian ada saudara di sini. Selain itu,banyak tempat wisata yang jadi daya tarik. Memang sih, macet bikin kurang nyaman, tapi mau gimana lagi, emang lagi musim liburan," ungkap Noffan, wisatawan asal Ciamis. Peningkatan jumlah pengunjung juga dirasakan oleh para pedagang Pasar Tradisional Beringharjo, Yogyakarta. Mereka mengaku meraup keuntungan, karena tingkat penjualan di liburan akhir tahun ini mengalami peningkatan cukup signfikan, dibanding hari-hari biasanya. Hampir setiap sudut los pedagang penuh sesak dengan para pengunjung yang hendak berburu baju batik buat keluarga maupun sanak famili mereka. "Penjualannya lebih bagus dibanding hari biasa. Sebelumnya kan sepi. Pendapatan pun meningkat, kalau hari biasa satu hari misal gak nyampai satu juta, sekarang bisa berlipat," ungkap Sumarmi, salah satu penjual batik di Pasar Beringharjo.***


Editor: Wilujeng Kharisma

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X