Senin, 24 Februari 2020

Latihan Bersama Patroli Maritim RI-Filipina Tertunda Saat Ramadan

- 11 Juli 2016, 09:31 WIB

JAKARTA, (PR).- Gatot menilai latihan patroli bukan hal yang utama. Apalagi setiap negara sudah terlatih. Hal yang paling penting menurut dia, apabila ada kejadian di mana pun tempatnya, angkatan laut manapun juga, yang mengetahui lebih dulu, bisa masuk atau patroli bersama. "Yang penting TNI bisa naik di kapal untuk masuk ke sana untuk mengawal. Kita sudah menawarkan semuanya, tapi kan keputusannya di Filipina. Kalau latihan bersama, latihan doang ngapain. Sekarang patroli di perbatasan masing-masing, belum ada yang masuk ke dalam (wilayah lain)," kata Gatot, Senin, 11 Juli 2016. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan untuk melakukan patroli bersama diperlukan latihan bersama. Latihan yang juga sudah dikemukakan Ryamizard bulan lalu ini, tak kunjung dilakukan. "Patroli itu kan harus latihan dulu. Kalau enggak latihan, kacau. Latihan ini kan terkendala puasa, lebaran," katanya. Itu sebabnya, kata Ryamizard, minggu ini atau minggu depan akan dilakukan latihan bersama. Latihan akan dilakukan di tempat beberapa penyanderaan terjadi. Operasi militer menurut Ryamizard menjadi langkah akhir yang dilakukan. "Operasi militer itu kan gampang, tapi pasti ada korban. Kita hindari korban," katanya. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penyanderaan masih terjadi karena daerah perairan yang memang luas. Namun, dia meyakinkan upaya-upaya terpadu sedang dilakukan untuk mengatasinya.***


Editor: Arie C. Meliala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X