41 Juta Dosis Stok Vaksin Belum Disuntikkan, Luhut Pandjaitan Ungkap Indikator Turun Naiknya Level PPKM

- 14 September 2021, 10:50 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. /Maritim.go.id

PIKIRAN RAKYAT – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa – Bali Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengakhiri PPKM hingga Covid-19 benar-benar terkendali.

Selain tentang waktu, indikator cakupan vaksinasi juga akan dimasukkan dalam evaluasi penurunan level PPKM di wilayah Jawa dan Bali.

"Presiden sudah berikan arahan, perintah kepada kami. Kita tidak akan mengakhiri PPKM ini sampai betul-betul Covid-19 ini bisa terkendali. Salah satu alat kita yang paling penting dalam pengendalian ini adalah dengan PPKM ini," katanya.

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan salah satu proses transisi dalam fase Hidup Bersama Covid-19 dengan menjelaskan secara terperinci terkait jumlah cakupan vaksinasi suatu daerah untuk bisa menurunkan level PPKM.

Baca Juga: Siap-Siap Ada 3 Jalan Arteri di Bandung yang Berpotensi Terapkan Ganjil Genap Selain Gerbang Tol

Pertama, sebagai syarat tambahan untuk bisa turun dari Level 3 ke Level 2 cakupan vaksinasi dosis pertama harus mencapai 50 persen dan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 40 persen.

Kedua, sebagai syarat tambahan untuk bisa turun dari Level 2 ke Level 1 cakupan vaksinasi dosis pertama harus mencapai 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 60 persen.

"Untuk kota-kota yang saat ini berada pada Level 2 akan diberikan waktu selama dua minggu untuk dapat mengejar target pada poin pertama. Jika tidak bisa dicapai, maka akan dinaikkan statusnya kembali ke Level 3," katanya.

Baca Juga: 9,5 Juta Dosis Vaksin Tiba di Indonesia Genapkan 240 Juta Dosis

Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa pencapaian target cakupan vaksinasi sangat penting lantaran vaksin sudah terbukti melindungi diri dari sakit parah yang membutuhkan perawatan rumah sakit atau kematian, terutama bagi para lansia.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X