Soal 10 Mahasiswa UNS yang Ditangkap, Komnas HAM Minta Jokowi Hentikan Pembungkaman Kritik

- 13 September 2021, 19:29 WIB
Presiden Jokowi (kedua dari kanan) meninjau vaksinasi di Klaten, Jawa Tengah.
Presiden Jokowi (kedua dari kanan) meninjau vaksinasi di Klaten, Jawa Tengah. /Twitter/@jokowi

PIKIRAN RAKYAT - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghentikan pembungkaman kritik.

Tak hanya Jokowi, Beka Ulung Hapsara juga meminta hal yang sama pada Mahfud MD dan juga Polri.

Hal ini diungkapkan Beka Ulung Hapsara saat mengetahui kabar 10 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) ditangkap karena membentangkan poster bertuliskan 'Pak Jokowi Tolong Benahi KPK'.

Baca Juga: Selesaikan Semua Kontrak Kerja di Indonesia, Maia Estianty Akhirnya Pamit: Akan Merindukan Kalian

Pasalnya, 'pembungkaman' ini bukan kali pertamanya terjadi. Sebelumnya, seorang petani pun ditangkap karena membentangkan poster berisi tulisan, "Pak Jokowi bantu peternak beli jagung dengan harga wajar".

"Presiden Jokowi, Pak Mahfud MD dan Polri harus menyudahi upaya pembungkaman kritik yang terus terjadi," ujarnya melalui akun Twitter @Bekahapsara, Senin, 13 September 2021.

Sebelumnya, 10 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, ditangkap di sela-sela kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada Senin, 13 Maret 2021.

Baca Juga: 10 Mahasiswa UNS Ditangkap Polisi Usai Bentangkan Poster Saat Kunjungan Jokowi

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS menjelaskan dalam rilisnya, penangkapan terhadap 10 mahasiswa itu terjadi setelah Presiden dan Wakil Presiden BEM se-UNS menyampaikan aspirasi kepada Jokowi dengan cara membentangkan poster.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X