Laut Natuna Utara Dikepung Ribuan Kapal China dan Vietnam, Bakamla Sebut AS Mulai Ikut Merapat

- 13 September 2021, 19:18 WIB
Ilustrasi - Ribuan kapal China dan Vietnam mengepung Laut Natuna Utara.
Ilustrasi - Ribuan kapal China dan Vietnam mengepung Laut Natuna Utara. /Foto: Reuters/Stringer

Baca Juga: Survei Menuju 2024, Elektabilitas 4 Partai Disebut Meningkat

KASAL bahkan sudah melakukan pemantauan, dan melihat langsung kondisi wilayah yang overlapping.

Atas permasalahan yang terjadi, pihak Bakamla meminta pemerintah lebih memperhatikan mereka, dan melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

"Dan ini pun diperkuat dengan keterangan waktu RDP kemarin dengan bapak KASAL, waktu RDP landas kontinen. Saat beliau menjabat Pangkogabwilhan I, beliau gunakan kapal TNI AU dan melihat langsung bagaimana daerah overlapping kita dengan Vietnam," tutur Irawan.

"Mohon ini jadi pertimbangan, karena sampai saat ini bahan bakar pun tidak ada. Kapal kita siap untuk berlayar dan patroli, tapi bahan bakar tidak ada, jadi kita mengandalkan TNI AL yang juga terbatas dengan bahan bakar," ucapnya.

Irawan juga menambahkan jika tak hanya Vietnam dan China saja yang saat ini mengepung Laut Natuna Utara, kapal dari Amerika Serikat disebut telah mendekat di wilayah tersebut.

"Sedangkan kapal-kapal Vietnam dan coast guard China sudah berada di situ sejak lama. Ada berita terbaru bahwa kurang lebih jarak 50 mil itu sudah ada kapal induk Amerika di sana, dan mendekati kapal survei China. Kapal coast guard China masih membayangi kerja rignobel berbendera Indonesia di bawah SDM," katanya.***

Halaman:

Editor: Nopsi Marga


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X