Museum Radya Pustaka Kembali Buka

- 17 April 2016, 14:40 WIB

SOLO, (PR).- Museum Radya Pustaka Surakarta dibuka kembali untuk umum, Sabtu 16 April 2016, setelah sebelumnya tutup selama tiga hari akibat tak mampu menggaji 12 orang karyawannya. Sebagian karyawan mulai masuk, menyusul janji Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo untuk segera mencairkan bantuan dana operasional untuk gaji mereka. Sekretaris Komite Museum Radya Pustaka (KMRP), St Wiyono, menyatakan, memenuhi instruksi Wali Kota Solo, mereka telah menghubungi para karyawan agar membuka kembali museum yang tutup sejak Rabu 13 April 2016. "Belum semua karyawan masuk karena ada yang beralasan ada keperluan pribadi. Namun, berapapun jumlah karyawan yang masuk, kami minta museum buka. Tapi kalau karyawan yang masuk hanya dua atau tiga orang seperti sebelumnya, kami belum akan buka karena masalah pelayanan dan keamanan,” jelasnya kepada wartawan. Menyinggung dana hibah untuk biaya operasional Museum Radya Pustaka, menurut St Wiyono, pihak komite sudah dihubungi Pemerintah Kota Solo dan dijanjikan dana sebesar Rp 300 juta dari APBD 2016 bisa dicairkan pekan depan. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Kekayaan, dan Aset (DPPKA) telah menghubungi Ketua KMRP dan memberitahu soal dana operasional yang akan dicarikan Senin 18 April 2016. "Jadi sudah ada jaminan museum akan terus buka,” ujarnya. Dari pihak karyawan menyatakan, tidak ada permintaan dari KMRP agar mereka melancarkan aksi mogok kerja. Salah seorang karyawan Museum Radya Pustaka, Fajar Suryanto, menegaskan, para karyawan tidak masuk kerja untuk mendesak Pemkot Solo segera mencairkan dana hibah. “Kami tegaskan, kami tidak masuk bukan karena masalah gaji belum dibayar selama empat bulan. Tapi itu merupakan kepedulian kami terhadap museum. Kalau sampai dana tidak segera cair, perawatan benda cagar budaya koleksi museum tidak ada biayanya,” tuturnya. Museum Radya Pustaka yang tercatat sebagai museum tertua di Indonesia memiliki koleksi yang terdiri dari berbagai macam arca, pusaka adat, wayang kulit, dan buku-buku kuno. Koleksi buku kuno yang banyak dicari itu di antaranya mengenai Wulang Reh karangan Pakubuwono IV yang isinya antara lain mengenai petunjuk pemerintahan dan Serat Rama karangan Pujangga Keraton Surakarta bernama Yasadipura I yang menceritakan tentang wiracarita Ramayana.*** ***

Editor: Tok Suwarto


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X