Kamis, 2 April 2020

Tolak Penggusuran, PKL Surati Wali Kota

- 14 April 2016, 10:31 WIB

YOGYAKARTA, (PR).- Rencana penataan kawasan Malioboro terus bergaung. Setelah merelokasi parkir sisi timur di Malioboro penataan akan menyasar seluruh kawasan, termasuk penataan terhadap lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL). Para pedagang kaki lima yang beroperasi di Kawasan Malioboro yang tergabung dalam Paguyuban Kawasan Malioboro mulai merasakan kekhawatiran terjadi penggusuran, bercermin pada saat relokasi parkir sisi timur Malioboro. Predisium Paguyuban Kawasan Malioboro, Sujarwo, Kamis, 14 April 2016 mengatakan, mulai menyusun langkah. Mereka bersiap untuk menghadapi adanya kemungkinan relokasi akibat penataan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Bahkan, mereka sampai mengirimkan surat tuntutan kepada Wali Kota Yogyakarta untuk tidak melakukan relokasi ataupun penggusuran terhadap PKL dalam rangka penataan kawasan Malioboro. "Dalam surat tersebut, kami menyatakan sikap menolak penataan yang disertai penggusuran dan relokasi. Dalam surat itu kami usulkan solusi-solusi yang lebih baik daripada memindahkan, sampai mematikan mata pencaharian kami," ujar Sujarwo. Solusi-solusi yang ditawarkan oleh PKL yang tergabung dalam Paguyuban Kawasan Maliobor antara lain adalah penataan lapak-lapak pedagang menjadi lebih rapi.***


Editor: Wilujeng Kharisma

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X