Kasus Orangtua Congkel Mata Anaknya untuk Tumbal Pesugihan di Gowa, DPR Buka Suara

- 5 September 2021, 14:07 WIB
Ilustrasi: Orang tua di Gowa yang tega menumbalkan anaknya untuk perugihan.
Ilustrasi: Orang tua di Gowa yang tega menumbalkan anaknya untuk perugihan. /Geralt

PIKIRAN RAKYAT - Masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Gowa, Sulawesi Selatan dihebohkan dengan kasus penganiayaan terhadap anak berinisial AP, yang dilakukan orang tua kandungnya dengan mencongkel mata anak tersebut yang diduga sebagai bagian dari praktik pesugihan.

Mirisnya aksi itu diduga dilakukan ibu kandung berinisial H yang tega menganiaya, bahkan mengarah kepada pembunuhan pada anaknya sendiri yaitu AP berusia 6 tahun.

Selain itu, kejadian tersebut juga melibatkan ayah kandung AP, nenek, kakek dan paman AP dengan turut serta membantu memegang AP untuk proses ritual aliran sesat yang dipelajari pihak keluarganya.

Menanggapi kejadian itu, anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Padjalangi meminta masyarakat memberikan informasi kepada pihak yang berwenang seperti kepolisian, tokoh agama, dan tokoh adat jika ditemukan adanya penganut aliran sesat di wilayahnya.

Baca Juga: Bawa Partai dan Timses, Bupati Banjarnegara Wing Chin Sebut Harus Jadi Maling Uang Rakyat karena Gaji Kecil

Hal itu disampaikan Andi Rio dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu, 5 September 2021.

"Peristiwa yang terjadi di Bone dapat dijadikan pelajaran bagi masyarakat untuk dapat saling menjaga lingkungan dan memberikan informasi kepada pihak yang berwenang, seperti kepolisian, tokoh agama, dan tokoh adat jika ditemukan adanya penganut aliran sesat," kata Andi.

Lebih lanjut, Andi Rio menilai peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Sulawesi Selatan harus dapat berani dalam menindak, agar tidak ada lagi masyarakat yang terpengaruh dan mudah masuk dalam aliran pesugihan tersebut.

"Peran tokoh agama dan masyarakat harus dikedepankan dalam memberikan edukasi, baik dari sisi agama dan hal lain, jangan sampai masih ada keluarga yang melakukan ritual-ritual pesugihan yang tentunya masuk dalam kategori aliran sesat yang dapat membahayakan," ujar Andi.

Halaman:

Editor: Ikbal Tawakal

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X