Minta Kasus Perusakan Masjid Ahmadiyah Ditangani, Mahfud MD: Masalah Sensitif

- 4 September 2021, 08:40 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. /Antara/Aditya Pradana Putra

PIKIRAN RAKYAT - Menko Polhukam Mahfud MD meminta kasus perusakan dan pembakaran Masjid Ahmadiyah di Sintang, Kalimantgan Barat (Kalbar) segera ditangani.

Mahfud MD juga mengatakan telah menghubungi Gubernur Kalbar Sutarmidji dan Kapolda Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto untuk memastikan kasus pembakaran Masjid Ahmadiyah ditangani dengan cepat sesuai hukum dan HAM. 

"Ini masalah sensitif, semuanya harus menahan diri. Kita hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia, di mana hak-hak asasi manusia dilindungi oleh negara," kata Mahfud dalam siaran persnya.

Baca Juga: Penampilan Barunya Tuai Hujatan, Anisa Bahar: Kok Jahat Amat

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut mengecam perusakan tempat ibadah jemaat Ahmadiyah.

Menurutnya, tindakan ini tidak bisa dibenarkan dan merupakan pelanggaran hukum.

"Tindakan sekelompok orang yang main hakim sendiri merusak rumah ibadah dan harta benda milik orang lain tidak bisa dibenarkan dan jelas merupakan pelanggaran hukum,” kata Gus Yaqut dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 3 September 2021.

Baca Juga: TV Diminta Boikot Saipul Jamil, Ratusan Ribu Orang Sepakat Tolak Napi Pedofil

Gus Yaqut meminta Pemerintah Daerah dapat menjalankan fungsinya untuk menjaga kerukunan umat beragama di daerah masing-masing.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: polhukam.go.id


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X