Kemenkes dan BSSN Tegaskan 1,3 Juta Data e-HAC Masyarakat Tak Bocor, Berikut Penjelasannya

- 2 September 2021, 08:59 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi. /Pixabay/mohamed_hassan

PIKIRAN RAKYAT – Kementerian Kesehatan memastikan data masyarakat yang berada di dalam sistem Electronic Health Alert (e-HAC) tidak bocor.

Sebelumnya, tim peneliti VPNMentor Noam Rotem dan Ran Local menyebut bahwa e-HAC tidak mempunyai privasi maupun protokol keamanan data yang mumpuni, yang menjadi penyebab data pribadi lebih dari 1,3 juta penggunanya terekspos melalui server.

VPN Mentor melaporkan bahwa tidak hanya data pengguna e-HAC yang bocor, tetapi seluruh infrastruktur yang berkenaan dengan e-HAC.

Menanggapi laporan tersebut, Kemenkes menyatakan bahwa 1,3 juta data pengguna e-HAC tersebut tidaklah bocor.

Baca Juga: Nicholas Sean Dituding Lakukan Penganiayaan, Adik Ahok: Orang Baik Tidak Melakukan Apa-apa

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes, Anas Ma’ruf dalam keterangan pers pada Rabu, 1 September 2021.

“Kementerian Kesehatan memastikan bahwa data masyarakat yang ada dalam sistem e-HAC tidak bocor dan dalam perlindungan. Data masyarakat yang ada di dalam e-HAC tidak mengalir ke platform mitra,” tuturnya.

Sedangkan untuk data masyarakat yang ada pada platform mitra, Anas Ma’ruf menegaskan bahwa itu menjadi tanggung jawab penyelenggara sistem elektronik tersebut.

Hal itu sesuai dengan amanah UU Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Direktur Proteksi Ekonomi Digital Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) Anton Setiawan.

Baca Juga: Denny Darko Blak-Blakkan Sebut Ramalan Itu Tidak Ada: Saya Akui Bohong

Dia menegaskan bahwa 1,3 juta data yang dilaporkan oleh VPNMentor tersebut tidaklah bocor.

“1,3 juta (data) itu tidak bocor ya, itu hanya Proof on Concept bahwa di VPNMentor menemukan celah yang orang bisa mengambil data tersebut, dan itu sudah diverifikasi oleh BSSN,” kata Anton Setiawan.

Dia menjelaskan bahwa hasil penelitian VPNMentor mengingatkan bahwa celah tersebut berpotensi bocor jika tidak diatasi.

“Kalau tidak ditutup, maka celah tersebut akan bisa digunakan. Makanya kemudian kami akan melakukan tindakan untuk memverifikasi kembali,” ujar Anton Setiawan.

Akan tetapi, dia menegaskan bahwa sampai saat ini 1,3 juta data pengguna e-HAC tersebut tidak bocor.

“Tetapi sampai saat ini tidak ada data yang bocor,” ucap Anton Setiawan.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Beberkan Dilema Pembelajaran Tatap Muka di Jateng: Orangtua Ada yang Gak Ikhlas

Anas Ma’ruf pun mengimbau masyarakat untuk segera beralih ke aplikasi PeduliLindungi, agar data mereka tersimpan dengan aman.

Kemenkes mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi, di mana fitur e-HAC yang terbaru sudah terintegrasi di dalamnya. Platform PeduliLindungi ini tersimpan di pusat data nasional, dan sudah dilakukan oleh BSSN,” tuturnya.

Selain itu, Anas Ma’ruf juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan informasi adanya kerentanan data tersebut.

Kemenkes mengucapkan terima kasih atas masukan dari pihak-pihak terkait yang telah memberikan informasi adanya kerentanan tersebut, sehingga bisa ditindaklanjuti untuk menghindarkan risiko keamanan siber yang lebih besar lagi,” katanya.***

Editor: Sarah Nurul Fatia


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network