Para Pejabat yang Serobot Vaksin Booster Diminta Mundur

- 30 Agustus 2021, 19:45 WIB
Jokowi dan Prabowo saat hendak bertolak ke Kalimantan Timur pada 24 Agustus 2021.
Jokowi dan Prabowo saat hendak bertolak ke Kalimantan Timur pada 24 Agustus 2021. /Instagram.com/@sekretariat.kabinet

PIKIRAN RAKYAT - Irma Hidayana, inisiator koalisi masyarakat pemantau penanggulangan wabah LaporCovid-19, menyebut para pejabat yang menyerobot vaksin ketiga (booster) sebagai orang-orang tidak bermoral.

Vaksin booster sejauh ini hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (nakes) karena menjadi kelompok paling rentan terinfeksi Covid-19 sehingga perlu perlindungan melalui tambahan dosis vaksin.

 

Aturan soal vaksin booster diperuntukkan hanya untuk nakes tercantum dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor: HK.02.01/1/1919/2021 tentang Vaksinasi Dosis Ketiga Bagi Seluruh Tenaga Kesehatan, Asisten Tenaga Kesehatan dan Tenaga Penunjang yang Bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Kementerian Kesehatan pun berkali-kali mengingatkan bahwa vaksin booster hanya untuk nakes.

Baca Juga: Akui Mau 'Mati' usai Dituding Selingkuh dari Kenang Mirdad, Tyna Kanna Akhirnya Buka Suara

Namun, sejumlah pejabat diketahui telah menerima vaksin booster bahkan mengakuinya di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu diketahui ketika percakapan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan Wali Kota Samarinda Andi Harun, bocor ke publik lewat unggahan video kanal Youtube Sekretariat Presiden pada 24 Agustus 2021.

Dalam percakapan itu, Wali Kota Andi Harun mengaku sudah mendapatkan 2 kali vaksin dan berencana mendapatkan yang ketiga dengan Vaksin Nusantara.

Baca Juga: Jokowi Pamerkan Jalan Tol Trans Jawa, Disindir Ikuti Jejak Soeharto

Halaman:

Editor: Rio Rizky Pangestu

Sumber: YouTube Haris Azhar


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X