Selasa, 26 Mei 2020

Srihardi Torehkan Karya Sejak Masa Revolusi

- 12 Februari 2016, 04:54 WIB
MAESTRO Lukis Indonesia Srihardi Soedarsono (tengah) bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan (kiri) saat pembukaan pameran '70 Tahun Rentang Kembara Roso' yang resmi dibuka di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (11/2/2016) malam.*

JAKARTA,(PRLM).- Maestro lukis Indonesia Srihardi Soedarsono telah memulai menorehkan karyanya sejak masa revolusi kemerdekaan Indonesia di tahun 1946. Pengalaman menuangkan rasa kebangsaan melalui karya-karya di atas kertas tersebut yang kemudian mengantarkan pria kelahiran 4 Desember 1931 tersebut menjadi maestro lukis Indonesia yang telah melahirkan ratusan mahakarya hingga saat ini. Karya-karya dokumentasi selama 70 tahun dari rentang revolusi (1946) hingga Reformasi (2016) tersebut masih tersimpan sangat rapi. Dan kini arsip karya yang sarat akan sejarah revolusi kemerdekaan Indonesia dan juga perkembangan sejarah seni rupa modern Indonesia tersebut tersaji dalam pameran tunggal '70 Tahun Rentang Kembara Roso' yang resmi dibuka di Galeri Nasional, Jakarta mulai Kamis (11/2/2016) hingga 24 Februari 2016 mendatang. Srihardi menuturkan, pameran tersebut merupakan sebuah bukti kecintaannya yang mendalam pada tanah air. "Kertas-kertas ini sangat berharga bagi saya sendiri, karena bagian dari sejarah karir saya sebagai seniman. saya berupaya menyimpan karya-karya kertas sebaik mungkin untuk generasi penerus seni rupa Indonesia," ujar pria yang pernah menjadi dosen seni rupa di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1959-1998 itu, Kamis (11/2/2016) malam saat acara pembukaan pameran dan peluncuran buku tersebut. Karya-karya di atas kertas Srihadi memang pernah muncul dalam beberapa kesempatan pameran bersama dengan karya-karya lukisnya. Namun, tidak pernah dipamerkan secara menyeluruh. Dalam pameran maha karyanya di Galeri Nasional, sedikitnya 450 karya di atas kertas baik cat air, sketsa, maupun gambar (drawing) dipamerkan. Dari ratusan karyanya tersebut menyiratkan berbagai aspek pemikiran, cita-cita, harapan, dan juga kegigihan yang dituangkan Srihadi yang telah banyak melakukan pameran internasional. Selain keterlibatan dalam merekam keberlangsungan revolusi kemerdekaan, karya-karya srihadi juga banyak dipengaruhi dari hasil mengamati realitas kehidupan sehari-hari. Ini karena Srihadi yang kini telah berusia 84 tahun itu percaya bahwa kehidupan sehari-hari terbentuk dari kebudayaan yang sarat akan nilai. Kurator pameran tunggal '70 tahun Rentang Kembara Roso', Rikrik Kusmara menuturkan, karya-karya Srihadi memang ditekankan pada faktor 'roso' atau rasa. "Bagaimana dengan roso seorang srihadi menentukan objek artistik dicampur dengan kebenaran yang ia lihat menjadi lukisan," ujarnya. Selain itu, menurut dia, pameran tersebut juga menjadi gambaran perjalanan rasa yang dimiliki seorang maestro seni secara intelektual. (Siska Nirmala/A-147)***

Editor: Siska Nirmala Puspitasari


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X