Beberapa Jam Bekerja, PRT Gasak Uang dan Perhiasan Ratusan Juta

- 3 Februari 2016, 11:03 WIB
WAKAPOLRES Sleman, Kompol Sri Wibowo menunjukan barang bukti dan tersangka yang ditutup kepalanya di Mapolres Sleman, Yogyakarta, Rabu (3/2/2016). Baru beberapa jam bekerja, seorang perempuan pembantu rumah tangga (PRT) nekat mencuri perhiasan milik majikannya yang nilainya hingga ratusan juta rupiah.*

YOGYAKARTA, (PRLM).- Belum genap bekerja sehari atau baru dalam hitungan jam, seorang perempuan pembantu rumah tangga (PRT) nekat mencuri perhiasan milik majikannya. Kejadian empat bulan lalu terungkap jajaran Polres Sleman dengan penangkapan tersangka di rumah kosnya akhir pekan lalu. Tersangka Endah, warga Banten ditangkap di rumah kosnya daerah Jalan Mataram, Yogyakarta, tanpa perlawanan. Endah, kedapatan mencuri perhiasan milik majikannya pada Oktober lalu. Aksi tersebut pun kali kedua ia lakukan dengan modus yang sama. "Yang pertama waktu saya kerja di Jombor, tapi enggak dapat apa-apa, cuma jam tangan. Saya menyesal. Tapi saya harus mengobati anak saya yang sedang sakit di Banten," ungkapnya di Mapolres Sleman, Rabu (3/2/2016). Wakapolres Sleman Kompol Sri Wibowo menjelaskan modus yang digunakan Endah saat melakukan pencurian. Sejak awal Endah memang berniat untuk mencuri. Tersangka, kata Kompol Sir, mencari lowongan pekerjaan di koran yang membutuhkan tenaga kerja pembantu rumah tangga. Tersangka melihat kolom iklan, seorang warga bernama Pujiastuti warga Pandega Marta, sinduadi, Mlati, Kab. Sleman tengah mencari pembantu untuk bekerja di rumahnya. Endah lantas menghubungi Pujiastuti dan terjadilah wawancara di antara mereka. "Pada hari itu tersangka langsung diterima kerja sebagai pembantu rumah tangga. Akan tetapi saat malam, pemilik rumah pergi ke gereja, tersangka justru menggasak seluruh perhiasan milik pemilik rumah," ucap Kompol Sri Wibowo. Saat rumah sepi, Endah menggondol dompet, uang Rp 1,25 juta dan berbagai perhiasan seperti cincin berlian, cicin mutiara, liontin emas, di dalam lemari. Total kerugian yang dialami pemilik rumah atas kehilangan itu mencapai Rp 200 juta. (Wilujeng Kharisma/A-88)**

Editor: Wilujeng Kharisma


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Kabar Banten

Jual Beli Proyek Bisa Dipidana

30 Oktober 2020, 01:23 WIB
X