Jokowi, "Ambil Keuntungan Besar dari Rivalitas"

- 16 Desember 2015, 03:43 WIB
PRESIDEN RI Joko Widodo saat menyampaikan Pengarahannya kepada Peserta Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun Anggaran 2016 di Aula Gedung Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jakarta, Rabu (16/12/2015).*

JAKARTA,(PRLM).- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia bersama TNI harus mengambil keuntungan besar dari persaingan-persaingan yang ada di dunia saat ini. Semua keuntungan dari persaingan-persaingan yang ada harus digunakan untuk kepentingan nasional. "Ambil Keuntungan besar dari rivalitas ini. Manfaatkan rivalitas untuk kepentingan nasional baik dari sisi ekonomi, dari sisi politik. Ambil keuntungan-keuntungan itu," kata Jokowi dalam Pengarahannya kepada Peserta Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun Anggaran 2016 di Aula Gedung Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jakarta, Rabu (16/12/2015). Jokowi menceritakan bagaimana banyak orang di dunia termasuk di Indonesia pada awal-awalnya mengatakan Indonesia akan dibawanya condong ke Tiongkok. Padahal, kata Jokowi, dia sama sekali tidak seperti itu. Pandangan atas Indonesia berubah lagi, setelah Jokowi bertemu Presiden AS Barack Obama di Amerika Serikat. "Apapun strategi besar, kita harus punyai. Apa pun strategi harus dihitung dan mana yang paling menguntungkan kepentingan nasional kita. Yang paling penting hanya satu, kepentingan nasional. Tidak ada yang lain," kata Jokowi. Menurut Jokowi, rivalitas ke depan akan semakin meningkat. Rivalitas itu terutama dengan urusan geostrategic atas akses maritim, akses energi, dan akses pangan. Dia memandang, Indonesia memiliki tiga hal itu. "Itu semua ada di negara kita dan jumlah yang sangat besar," katanya. Hal yang penting dilakukan Indonesia, kata Jokowi, pengelolaan yang baik dan konsentrasi penuh. Jika kekuatan itu bisa dikuasai, dia yakin Indonesia akan dilihat negara lain. "Saya bilang konsentrasi penuh, lapangan kita kontrol. Indonesia akan dilihat dari negara kain. Kalau kekuatan ini bisa kita kuasai," katanya. (Arie C. Meliala/A-147)***

Editor: Arie C. Meliala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X