18.000 Kasus Kematian Covid-19 Diduga 'Tak Diakui' Pemerintah, Andi Arief: Benar-Benar Tercela

- 19 Juli 2021, 16:37 WIB
Ilustrasi Covid-19.
Ilustrasi Covid-19. /Pixabay/Soumen82hazra

PIKIRAN RAKYAT - Baru-baru ini, data laporan kasus kematian Covid-19 menuai banyak sorotan dari masyarakat.

Tim data Lapor Covid-19 menemukan banyak ketidakcocokan terhadap data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dengan laporan dari Kota dan Kabupaten di Indonesia.

Berdasarkan laporan data Kota dan Kabupaten, per 16 Juli 2021 tercatat 90.144 kematian akibat Covid-19, sedangkan dari laporan Satuan Tugas Coid-19 hanya tercatat 71.397.

Tentu saja perbedaan angka tersebut menjadi tanda tanya besar. Terlebih selisihnya cukup jauh.

Baca Juga: Cek Fakta: Ustaz Abdul Somad (UAS) Dikabarkan Meninggal Kena Azab, Simak Faktanya

Tangkapan layar cuitan Lapor Covid-19.
Tangkapan layar cuitan Lapor Covid-19. /Twitter/@LaporCovid

Politisi Partai Demokrat, Andi Arief Turut menyoroti perbedaan data tersebut.

Andi Arief bahkan menyebutkan jika data tersebut valid, maka ini merupakan tindakan tercela.

"Jika benar ini benar-benar tercela," cuit Andi Arief melalui akun Twitter @Andiarief__.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: Pikiran Rakyat Bekasi


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X