Studi: Telur Ayam Kampung Indonesia Mengandung Racun, Akibat Impor Sampah

- 23 Juni 2021, 18:45 WIB
Ilustrasi - Aktivis dari lembaga Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) membawa poster dalam aksi damai menuntut penghentian masuknya sampah impor di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin, 3 Mei 2021.
Ilustrasi - Aktivis dari lembaga Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) membawa poster dalam aksi damai menuntut penghentian masuknya sampah impor di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin, 3 Mei 2021. /Antara Foto/Aditya Pradana Putra

PIKIRAN RAKYAT — Sebuah studi baru yang oleh International Pollutants Elimination Network (IPEN) menyebutkan bahan kimia beracun dalam ekspor limbah plastik dari negara-negara maju mencemari makanan di negara-negara berkembang. 

Tidak terkecuali Indonesia, yang belakangan melancarkan impor sampah atau limbah plastik.

Studi yang dikupas mendalam di laman Arnika.org itu, menyebutkan telur ayam kampung yang terkontaminasi di Indonesia, mengandung tingkat dioksin sama besar dengan sampel telur di bekas perang Vietnam.

Dalam siaran pers yang diterima Pikiran-rakyat.com dari IPEN, penemuan serupa juga terdapat di negara importir sampah lain di Afrika, Asia, Eropa Tengah dan Timur, serta Amerika Latin. 

 Baca Juga: Ayu Ting Ting Buat Perjanjian Pranikah dan Larang Suami Pakai Tas Wanita, Ivan Gunawan: Gue Capek!

Terlibat dalam penelitian ini,  lembaga swadaya masyarakat (LSM) di 14 negara pelaku impor sampah plastik, dengan mengumpulkan telur ayam kampung di sekitar tempat dan fasilitas pembuangan.

Co-Founder dan Penasihat Senior Nexus3 Foundation, Yuyun Ismawati, menyatakan bahwa hal ini akibat ketidakjujuran eksportir mengenai risiko pengiriman sampah.

“Sampel dari Indonesia memiliki beberapa tingkat racun tertinggi yang tercatat dalam penelitian ini. Eksportir tidak jujur dan tidak bertanggung jawab mengekspor sampah plastik ke Indonesia dan negara berkembang lainnya, dengan kedok untuk daur ulang yang belum tentu seluruhnya dimanfaatkan dengan benar," ujar Yuyun.

 Baca Juga: Indonesia Impor Sampah dan Limbah, Jokowi Ingin Negara Hati-hati

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network