Geger PPN 12 Persen dan Pajak Sembako, Andi Arief: Mohon Sri Mulyani Ingat Waktu Miskin

- 11 Juni 2021, 09:15 WIB
Minta ingat waktu ekonomi sulit di masa lalu, Andi Arief mengkritisi kebijakan pajak atau PPN Sembako Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Minta ingat waktu ekonomi sulit di masa lalu, Andi Arief mengkritisi kebijakan pajak atau PPN Sembako Menteri Keuangan Sri Mulyani. /Antara/Nova Wahyudi/Achmad Zaenal

PIKIRAN RAKYAT - Politisi Partai Demokrat Andi Arief turut melemparkan kritikannya soal rencana pemerintah menarik pajak sembako yang saat ini menggegerkan masyarakat.

Sebelumnya, kabar rencana sembako dikenai pajak diketahui dari draf revisi undang-undang nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Pikiran-Rakyat.com, setidaknya ada 3 skema yang direncanakan pemerintah menarik Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari sembako.

Pertama, untuk sembako diberlakukan tarif PPN umum yang diusulkan sebesar 12 persen.

Baca Juga: Marzuki Alie Peringatkan Jokowi Soal Dampak Jika Pendidikan dan Sembako Dikenai Pajak

Kedua, dikenakan tarif rendah sesuai dengan skema multitarif yakni sebesar 5 persen yang dilegalisasi melalui penerbitan peraturan pemerintah.

Dan ketiga, menggunakan tarif PPN final sebesar 1 persen.

Disebut-sebut terdapat beberapa jenis sembako yang bakal dikenakan pajak itu di antaranya beras, gabah, jagung, sagu, kedelai, garam, daging, telur, susu, buah-buahan, dan sayur-sayuran.

Seperti diketahui, PPN adalah pajak yang dikenakan pada setiap transaksi jual beli barang atau jasa pada wajib pajak orang pribadi atau badan usaha yang mendapat status pengusaha kena pajak.

Halaman:

Editor: Mahbub Ridhoo Maulaa

Sumber: Twitter @Andiarief_


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X