Arus Balik Lebaran 2021, 2,2 Juta Warga Kembali ke Jakarta Gunakan Kendaraan Pribadi

- 17 Mei 2021, 17:38 WIB
KKepadatan Jalan Raya Cinunuk, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu, 2 Mei 2021. Sejumlah ruas jalan arteri khususnya di daerah perbatasan antara kota antar kabupaten sudah mengalami peningkatan jumlah kendaraan yang melintas seiring menjelang pemberlakuan larangan mudik lebaran 2021 mulai 6 hingga 17 Mei.
KKepadatan Jalan Raya Cinunuk, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu, 2 Mei 2021. Sejumlah ruas jalan arteri khususnya di daerah perbatasan antara kota antar kabupaten sudah mengalami peningkatan jumlah kendaraan yang melintas seiring menjelang pemberlakuan larangan mudik lebaran 2021 mulai 6 hingga 17 Mei. /Pikiran Rakyat/Ade Mamad

PIKIRAN RAKYAT - Bertepatan dengan arus balik Lebaran Idul Fitri 2021 tahun ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan ada 2,2 juta penduduk yang kembali ke Jakarta.

"Ini ada 2,2 juta orang masuk Jakarta dan yang keluar juga 2,6 juta. Ini dari 6 sampai 15 Mei 2021," ujar Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Senin, 17 Mei 2021.

Ahmad Riza Patria meminta agar masyarakat yang ke kambali ke wilayah DKI Jakarta tidak membawa virus corona.

Untuk mengantisipasi kemungkinan itu, Ahmad Riza Patria menyampaikan, warga yang kembali ke Jakarta akan diperiksa oleh RT RW setempat.

Baca Juga: Rapat Bersama Jokowi, Anies Baswedan Waspadai Jakarta Ledakan Kasus Covid-19 Pascalibur Lebaran 2021

"Jadi memang semua harus dipastikan dalam posisi yang aman, jadi jangan sampai kembali ke Jakarta membawa virus, jadi semuanya kita cek sampai ke tingkat RT RW," kata Ahmad Riza Patria.

Ariza mengatakan, pemudik yang kembali ke Jakarta tidak perlu melakukan karantina kecuali mereka terdeteksi reaktif Covid-19. Penerapan karantina hanya berlaku bagi warga yang tiba dari luar negeri.

Namun apabila warga yang kembali ke Jakarta terdeteksi reaktif Covid-19 usai menjalani pemeriksaan maka mereka akan dibawa ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, hotel dan rumah sakit sekitar agar menjalani karantina terlebih dulu.

"Kalau dari kampung ke Jakarta tidak dikarantina kecuali yang bersangkutan positif langsung dibawa ke wisma atlet, hotel atau ke RS sesuai dengan bobot Covid-19-nya itu sendiri," tutur dia.

Halaman:

Editor: Aldiro Syahrian


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X