TKA China Dibela Mati-matian Masuk Indonesia, Ali Ngabalin Sampai Singgung Nama Pak Harto

- 9 Mei 2021, 21:31 WIB
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin sampai membawa-bawa nama Presiden Soeharto untuk menjelaskan kenapa pemerintah mengizinkan TKA China masuk Indonesia saat angka Covid-19 masih tinggi.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin sampai membawa-bawa nama Presiden Soeharto untuk menjelaskan kenapa pemerintah mengizinkan TKA China masuk Indonesia saat angka Covid-19 masih tinggi. /Tangkap layar Twitter/@AliNgabalinNew.

PIKIRAN RAKYAT - Tenaga kerja asing (TKA) asal Wuhan China terus dibela pihak istana untuk bisa masuk ke Indonesia di tengah larangan mudik ketat pemerintah pada warga Tanah Air.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin sampai membawa-bawa nama Presiden Soeharto untuk menjelaskan kenapa pemerintah mengizinkan TKA China masuk Indonesia saat angka Covid-19 masih tinggi.

Ali Ngabalin mengatakan, TKA China tersebut diperlukan sebagai tenaga ahli untuk banyak Proyek Strategis Nasional (PSN).

Anak buah Moeldoko ini mengatakan jika TKA China yang datang ke Indonesia memiliki kemampuan.

Baca Juga: Indah Kalalo Berduka, Mendadak Minta Doa untuk Suaminya, 'Tolong Kirimi Suamiku Doa'

Mereka pun memahami atas risiko tinggi terhadap alat-alat project vital strategis nasional.

"Proyek Strategis Nasional itu, di regulasi dijelaskan tentang expert. Mereka yang memiliki kemampuan," kata Ngabalin, seperti dikutip pikiran-rakyat.com dari kanal YouTube tvOneNews yang diunggah pada 8 Mei 2021.

Ali Ngabalin pun tak ragu menyebut jika Indonesia memerlukan bantuan tenaga ahli dari luar negeri.

Baca Juga: Negeri Sakura Bakal Bebas Rokok, Philip Morris Akan Setop Jual Rokok di Jepang

Dalam hal ini lanjut Ali Ngabalin, pemerintah telah bekerja sama dengan orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan di bidang yang diperlukan untuk merealisasikan PSN.

Halaman:

Editor: Rizki Laelani


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X