Tidak Ingin Serupa India, Netty Prasetiyani: Saya Ingin Pemerintah Menyiapkan Skenario Terburuk

- 7 Mei 2021, 19:30 WIB
Ilustrasi. Update virus corona dunia 26 April 2021.
Ilustrasi. Update virus corona dunia 26 April 2021. /Pixabay/Lothar

PIKIRAN RAKYAT – Hingga hari ini, pandemi Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir bahkan baru-baru ini varian baru virus Corona telah memasuki Tanah Air.

Menanggapi kasus varian baru virus Corona, Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani meminta pemerintah untuk menyiapkan skenario terburuk menghadapi kasus tersebut, khususnya setelah Idul Fitri 2021.

“Saya ingin pemerintah menyiapkan skenario terburuk yang sangat mungkin kita hadapi pascahari raya Idul Fitri ini,” katanya yang dikutip Pikiran-Rakyat.com (PR) dari DPR RI, Jumat, 7 Mei 2021.

Ia menegaskan hal tersebut lantaran melihat sejumlah penyebab awal dari konferensi pers Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menyebutkan bahwa terdapat tiga varian baru Covid-19 yang terdeteksi telah memasuki wilayah Indonesia.

 Baca Juga: Sipil Khawatir Pelanggaran HAM Usai Penyematan Teroris Terhadap KKB, Arsul Sani Singgung Karakter TNI-Polri

Tiga varian baru tersebut, yaitu B.1.17 dari Inggris; B.1.617 dari India; dan B.1.351 dari Afrika Selatan bahkan sebagaimana informasi dari Kemenkes yang menyebutkan bahwa varian baru Covid-19 tersebut telah terdeteksi sebanyak 16 kasus di sejumlah provinsi.

Selain itu, Netty Prasetiyani menilai semakin parahnya kasus Covid-19 di Indonesia lantaran adanya mafia karantina di bandara.

“Tentu saja ini semakin parah karena kita membaca di berita adanya mafia karantina di bandara yang melibatkan tentu saja bukan hanya orang kecil tapi juga saya meminta agar penegakan hukum dilakukan seadil-adilnya untuk bisa membongkar mafia yang ada di bandara,” katanya.

Baca Juga: Doa dan Harapan AHY untuk Anies Baswedan yang Sedang Ulang Tahun

Netty Prasetiyani menggarisbawahi bahwa adanya mafia tes usap (swab test) antigen daur ulang yang terungkap di Bandara Kualanamu, Medan telah mencederai kemanusiaan rakyat Indonesia karena bersifat kejahatan kemanusiaan.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X