DPR Sesalkan Perubahan Nama OPM Jadi KKB, Sebut Aksi Kekerasan Malah Makin Subur

- 4 Mei 2021, 17:55 WIB
Ilustrasi KKB Papua.
Ilustrasi KKB Papua. /Pixabay/Clker-Fre-Vector-Images

PIKIRAN RAKYAT- Rekam jejak Kelompok kriminal bersenjata atau disebut KKB di Papua, dari tahun ketahun terus melakukan aksinya, penembakan terhadap warga sipil bahkan tak segan-segan menyerang para aparat setempat.

Terkait perubahan nama dari yang sebelumnya kelompok ini diberi nama Organisasi Papua Merdeka (OPM), kemudian diubah menjadi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dianggap malah akan meningkatkan aksi kekerasan.

Anggota Komisi I DPR RI Hasanuddin menilai perubahan nama kelompok separatis di Papua oleh pemerintah justru menyuburkan kekerasan itu sendiri.

Menurutnya, kelompok separatis ini memang sejak dulu ingin merdeka. Apalagi, mereka juga punya kenangan trauma yang cukup lama di era Orde Baru.

Baca Juga: Sembilan Orang Ditangkap Polda Metro Saat Demo Hardiknas di Kantor Nadiem, Kini Berstatus Tersangka

“Ada trauma yang dalam pada masyarakat Papua di era Orba tanpa memperhatikan HAM.  Ada 11 kali operasi militer yang pernah dilakukan. Inilah yang menimbulkan trauma masyarakat Papua,” kata Hasanuddin kepada pers, di Jakarta.

Lebih lanjut, Hasanuddin menyesalkan mengapa istilah OPM diubah menjadi KKB. Sebab dalam pandangannya KKB itu hanyalah kelompok kriminal biasa.

Padahal, menurut Hasanuddin mereka yang kebetulan tertangkap selalu menyuarakan Papua merdeka itu tidak sekadar melakukan kriminal biasa.

Baca Juga: Sebut Kisah Percintaannya Bak Anjing dan Kucing, Lesty Kejora Akhirnya Beberkan Sikap Asli Rizky Billar

Ia menjelaskan ada keinginan besar di balik setiap aksi kriminalnya selama ini, perubahan istilah OPM ke KKB tersebut juga mengubah paradigma penanganan kaum separatis di Papua apabila ada salah satu kelompok tersebut tertangkap, mereka lalu ditahan karena alasan kriminalitas.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X