Lapan Dikabarkan Bakal 'Lenyap', Pemerintah Disebut Melanggar Undang-Undang yang Dibuat

- 4 Mei 2021, 14:41 WIB
Peneliti dan perekayasa Lapan, mempersiapkan Satelit Lapan-A3/ Lapan-IPB di lab. Pusat Teknologi Satelit Lapan.
Peneliti dan perekayasa Lapan, mempersiapkan Satelit Lapan-A3/ Lapan-IPB di lab. Pusat Teknologi Satelit Lapan. /Web Resmi Lapan

PIKIRAN RAKYAT - Beredar wacana bahwa pemerintah akan melebur lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) yang sebelumnya berada di bawah koordinator Kementerian Ristek ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Lembaga tersebut yakni Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan), yang nantinya akan melebur menjadi satu lembaga dengan BRIN.

Wacana peleburan lembaga tersebut, terkait dengan kebijakan yang berdasarkan Undang-Undang 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas IPTEK).

Namun, anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta pemerintah tidak membubarkan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) untuk digabungkan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca Juga: Uang Banyak Tak Menjamin, Bill Gates dan Melinda Gates Cerai Tapi Harta Gono Gini Capai Rp2.104 Triliun

Menurutnya, apabila pembubaran itu dilakukan, pemerintah dapat dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran dan UU No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan.

Batan dan Lapan bukan sekedar lembaga penelitian dan pengembangan. Keduanya masing-masing adalah badan pelaksana tugas pokok ketenaganukliran dan badan penyelenggara keantariksaan dan penerbangan,” tutur Mulyanto.

Sehingga menurutnya, jika kedua lembaga ini dibubarkan akan terjadi kekosongan pelaksanaan tugas atas amanat undang-undang. Hal ini disampaikan dalam siaran pers, Senin, 3 Mei 2021.

Baca Juga: Di Depan Raffi Ahmad, Indra Sjafri Bocorkan Pesan Ketum PSSI Soal Pemain Titipan

“Jika Batan dan Lapan dibubarkan, lantas siapa yang akan menjalankan amanah UU Ketenaganukliran dan Keantariksaan,” ujar Mulyanto.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X