Penggeledahan KPK Terhadap Petinggi DPR Seperti Drama, Ahli Hukum: Apakah Dia Ikut Merancang?

- 4 Mei 2021, 14:08 WIB
Gedung KPK.
Gedung KPK. /Pikiran Rakyat/Amir Faisol.

PIKIRAN RAKYAT - Ahli hukum tata negara Margarito Kamis menyoroti penggeledahan terhadap ruang kerja dan rumah dinas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, 28 April 2021 lalu. Menurutnya pengusutan yang dilakukan oleh KPK terhadap Azis Syamsuddin cukup aneh. 

Ia mengatakan, sejauh ini Azis Syamsuddin masih sebatas saksi, bahkan belum diperiksa. Namun, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) justru sudah melakukan penggeledahan.

“Dia statusnya saksi, diperiksa saja belum, tapi sudah digeledah. Penggeledahan harusnya dilakukan kepada pelaku tindak pidana. Kenapa dia digeledah? Apakah dianggap di situ ada barang bukti? Tapi Anda mesti tahu, ini peristiwa bukan tertangkap tangan. Sudah dari Oktober 2020. Barang bukti apa yang mau dicari?” ujarnya dalam siaran pers, Selasa, 4 Mei 2021.

Margarito mengatakan, langkah KPK mengusut dugaan keterlibatan Azis Syamsuddin mempertemukan penyidik KPK dan wali kota Tanjungbalai patut dianggap sebagai suatu keanehan. Menurut Margarito, pendalaman KPK terhadap Azis Syamsuddin seperti sebuah drama.

Baca Juga: Daftar 8 Wilayah yang Diperbolehkan Melakukan Mudik Lebaran 2021

“Azis dianggap mempertemukan penyidik dengan wali kota. Sebatas itu. Apakah dia ikut merancang, harus bayar berapa, dan lain-lain, tidak terlihat sejauh ini. Oleh karena itu, apa yang mau dicari dari tindakan Azis? Sayangnya ini dramanya sudah luar biasa. Saya kira, kesan yang tercipta Azis seolah-olah langsung bersalah. Padahal, ini baru berdasarkan keterangan-keterangan yang sejauh ini beredar,” kata Margarito.

Berdasarkan pandangan Margarito, Azis terkesan disudutkan. 

“Betul ada soal sedikit di situ (disudutkan). Tapi belum cukup dikualifikasi tindakan Azis itu sebagai suatu tindakan yang serta merta melawan hukum. Kenapa? Ini kan baru penyelidikan bukan penyidikan. Karena itu, belum tentu perkara itu lanjut ke penyidikan. Apa yang jadi soal di situ? Sayangnya, berita sudah terlanjur heboh. Banyak tindakan-tindakan yang saya kira menyudutkan Azis,” imbuh Margarito.

Baca Juga: Pro-Kontra Soal Label Teroris KKB Papua, Polri Kembali Beri Penjelasan

Margarito menegaskan Azis mempunyai hak untuk menantang fakta-fakta yang dimiliki.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X