Pekerja dengan Kondisi Darurat Diizinkan Mudik Oleh Menaker

- 18 April 2021, 19:53 WIB
Ilustrasi mudik Idul Fitri 2021 di tengah pandemi Covid-19.
Ilustrasi mudik Idul Fitri 2021 di tengah pandemi Covid-19. /Pikiran Rakyat/Amir Faisol

PIKIRAN RAKYAT - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengimbau agar pekerja swasta dan pekerja migran mematuhi larangan mudik 2021.

Ida Fauziyah mengeluarkan Surat Edaran tentang Pembatasan Kegiatan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah bagi Pekerja/Buruh dan Pekerja Migran dalam upaya pengendalian Covid-19.

Surat Edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik.

"Mengimbau kepada pekerja/buruh swasta dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk tidak melakukan perjalanan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah pada tanggal 6 hingga 17 Mei 2021," sebut Ida Fauziyah dikutip Pikiran-rakyat.com (PR) dari laman resmi Kemnaker pada 18 April 2021.

Baca Juga: Sisterlillah The Movie, Dinamika Kakak Beradik Oki Setiana Dewi, Ria Ricis, dan Shindy Putri

Baca Juga: Ramalan Zodiak 19 April 2021: Cancer, Leo, dan Virgo, Hubungan Baru Akan Menjanjikan

Namun, Ida Fuziyah mengizinkan pekerja dalam kondisi darurat untuk mudik.

Kondisi darurat tersebut meliputi mudik karena keluarga sakit, anggota keluarga meninggal dunia, kondisi hamil yang didampingi satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan dengan maksimal pendamping 2 orang.

Pekerja yang termasuk golongan mudik karena kondisi darurat wajib melampirkan surat izin keluar masuk (SIKM).

SIKM berupa surat izin tertulis dari perusahaan yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik pimpinan perusahaan serta identitas pekerja.

Halaman:

Editor: Rio Rizky Pangestu

Sumber: Kemnaker


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X