Komjen Dharma Pongrekun Klarifikasi Potongan Video Viral Soal Masker yang Menampilkan Dirinya

- 12 April 2021, 09:45 WIB
Belakangan viral video Komjen Dharma Pongrekun soal masker.
Belakangan viral video Komjen Dharma Pongrekun soal masker. /Dok. Komjen Dharma Pongrekun

Baca Juga: Kritik Tren Mukbang, Partai Komunis China Minta Para Pelaku Dihukum

Sebagai informasi, dalam ceramah keagamaannya Dharma tengah menerangkan surat Yakobus 4:7, yang berbunyi "Karena itu tunduklah kepada Allah dan lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu"

Kemudian Dharma mencontohkan, dalam menerapkan protokol kesehatan, misalnya dalam penggunaan masker harus dilakukan sebagai bagian dari mengikuti anjuran pemerintah, bukan karena takut.

"Kita harus melawan iblis, jika tidak, maka kita tidak bisa (tunduk kepada Allah). Sebagai misal, dalam menggunakan masker itu karena dianjurkan, bukan karena takut. Kalau karena takut (dasarnya), karena latah, tanpa pengetahuan yang benar, maka tidak ada gunanya," katanya.

Bagian ceramah itulah yang dihilangkan dari video yang viral dan ditambahkan logo BSSN.

Adapun isi video yang viral ketika Komjen Dharma Pongrekun tengah melanjutkan frasa penjelasan dari yang ia maksudkan sebelumnya.

"Menggunakan masker jangan dipikir aman. Karena kalau menyebar lewat udara, bisa masuk mata, makanya mata perlu ditutup. Tapi apakah itu aman? Nggak. Mengapa? Karena kita gak nyaman, dan ketika gak nyaman sel (tubuh) kita stres. Kalo stres, pertahanan sel kita runtuh. Sehingga hal itu tidak ada gunanya (menutup ketat tubuh kita untuk antisipasi Covid-19). Yang menyelamatkan kita (dengan mekanisme perlindungan diri terbatas) adalah kuasa Tuhan," kata Dharma dalam ceramah tersebut.

Potongan video yang dapat menciptakan salah tafsir masyarakat itu berdurasi 59 detik. Sedangkan, video lengkapnya berdurasi 2 menit 14 detik.

Penyebaran konten video yang dapat mendiskreditkan pejabat negara ini dapat dikenakan UU ITE. 

Oleh karena itu, melalui pernyataan tertulis kepada media, Dharma berharap dan menghimbau kepada seluruh pengguna media sosial untuk tetap menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dengan tidak meneruskan video tersebut.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X