Vaksin Merah Putih Ditargetkan Semester I 2022, Menristek: Harus Manjur terhadap Corona Varian Baru

- 8 April 2021, 19:28 WIB
Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro saat konferensi pers pada inaugurasi Alumni Amerika Serikat di Distrik I, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis 8 April 2021. /Pikiran Rakyat/Tommi Andryandy

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah menargetkan vaksin corona merah putih mulai dapat digunakan pada semester I 2022. Selain mampu menangkal coronavirus disease 2019 (Covid-19), vaksin buatan dalam negeri ini harus manjur terhadap berbagai virus corona varian baru.

"(Varian corona baru) ini kan jadi peluang bagi kita untuk membuat, menggabungkan. Jadi tidak akan pengaruh adanya varian baru. Sehingga bisa manjur untuk varian mutasi baru," kata Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro saat menghadiri inaugurasi perkumpulan Alumni Amerika Serikat di Distrik I, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis 8 April 2021.

Bambang mengatakan, vaksin merah putih masih terus dikembangkang oleh enam instansi, baik universitas maupun lembaga penelitian. 

Dari keenam itu, baru Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang sudah masuk pada penyiapan bibit vaksin. Kemudian Universitas Airlangga (UNAIR) yang juga akan melakukan uji praklinis sebelum masuk pada manufaktur.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Bupati Bandung Barat, KPK Geledah Lima Lokasi di Lembang

Baca Juga: Seorang Guru Tewas Ditembak KKB, Kapolda Papua Minta Warga untuk Tidak Memasuki Kawasan Mile 43 hingga 50

Sedangkan empat instansi lain yang turut mengembangkan, yakni Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) masih tertinggal. Meski demikian, Bambang mengatakan pengembangan vaksin ini masih sesuai rencana.

"Ini masih on the track dari sudut penelitian, tapi jangan lupa bagian penting juga dari vaksin itu di manufakturnya," kata dia.

Diakui Bambang, saat ini pihaknya masih dipusingkan dengan skema produksi massal vaksin. Soalnya, PT Biofarma yang ditunjuk memproduksi vaksin memiliki keterbatasan. Sedangkan, tidak banyak pihak swasta yang memiliki kapasitas memproduksi vaksin.

Baca Juga: Kebakaran Besar Terjadi di Pasar Kambing Tanah Abang, 15 Mobil Pemadam Dikerahkan

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X