Gubernur Tetapkan NTT Berstatus Tanggap Darurat Sejak 6 April hingga 5 Mei 2021

- 8 April 2021, 15:39 WIB
Dokumentasi: Banjir bandang melanda wilayah Waiwerang dan sekitarnya di Kecamatan Adonara Timur, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT. /Antara/Handout

PIKIRAN RAKYAT – Nusa Tenggara Timur (NTT) menyandang status tanggap darurat terhitung sejak 6 April hingga 5 Mei 2021 terhadap bencana angin siklon tropis, banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang pasang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan penetapan status tanggap darurat dikeluarkan oleh Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat.

Status tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan No.118/KEP/HK/2021 tertanggal 6 April 2021.

“Penetapan keputusan ini diambil berdasarkan dampak dari siklon tropis Seroja di Kota Kupang dan 21 kabupaten dalam wilayah NTT sejak 2 April sampai dengan 5 April 2021,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati.

Baca Juga: Polisi Sebut Pegawai KPK yang Curi Emas 1,9 Kg Masih Berstatus Saksi

Baca Juga: Anies Baswedan Luncurkan Program, Pemprov DKI Jakarta Latih Guru Hadapi Belajar Tatap Muka

Dengan adanya penetapan keputusan tanggap darurat tersebut, diharapkan mampu mempercepat penanganan bencana di wilayah NTT.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com (PR) dari Antara, Kamis, 8 April 2021, data yang berhasil dihimpun hingga Rabu malam, 7 April, total korban jiwa di sejumlah kabupaten dan kota terdampak berjumlah 138 jiwa.

Dengan rincian korban meninggal dunia, yaitu Kabupaten Flores Timur sebanyak 67 jiwa, Lembata sebanyak 32 jiwa, Alor sebanyak 25 jiwa, Kabupaten Kupang sebanyak lima jiwa, Malaka sebanyak empat jiwa, Sabu sebanyak dua jiwa, Ngada sebanyak satu jiwa, Ende sebanyak satu jiwa, dan Kota Kupang sebanyak satu jiwa.

Baca Juga: Mau Tahu Cara Negara Bayar Utang? Stafsus Menteri Keuangan Beri Penjelasan

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X