Imbas PP Turunan UU Cipta Kerja, Limbah Sawit dan Batu Bara Dikeluarkan dari Kategori Bahan Berbahaya

- 14 Maret 2021, 12:05 WIB
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Sabtu, 13 Juni 2020.
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Sabtu, 13 Juni 2020. / ANTARA FOTO/Makna Zaezar

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah baru saja mensahkan aturan baru pada pertengahan Maret 2021.

Aturan tersebut merupakan Peraturan Pemerintah (PP) 22 Tahun 2021 yang membahas soal Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam aturan baru yang disahkan Presiden Joko Widodo ini, Limbah Sawit dan Batu Bara resmi dikeluarkan dari kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari situs resminya, PP 22 Tahun 2021 merupakan aturan turunan dari Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Baca Juga: Hidayat Nur Wahid Tegaskan PKS Tolak Wacana Presiden 3 Periode

Baca Juga: Kerap Kali Pamer Kehidupan Mewah, Hotman Paris Mengaku Bingung Dikelilingi Harta

Dalam lampiran 14 PP 22 Tahun 2021 tersebut dijelaskan bahwa limbah batu bara yaitu fly ash dan bottom ash dikeluarkan dari kategori B3 dan bahan yang merusak lingkungan.

Dari penjelasan Pasal 459 huruf C PP 22/2021 diatur bahwa fly ash dan bottom ash hasil pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan kegiatan lainnya tak termasuk sebagai limbah B3, tetapi non-B3.

"Proses pembakaran batubara pada fasilitas pembangkitan listrik tenaga uap
PLTU atau dari kegiatan lain yang menggunakan teknologi selain stocker
boiler dan/atau tungku industri.

"Proses pembakaran batubara pada fasilitas PLTU atau dari kegiatan lain
yang menggunakan teknologi selain stocker boiler dan/atau tungku industri," jelas beleid tersebut.

Halaman:

Editor: Aldiro Syahrian


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X