Pro dan Kontra Perpres Nomor 10 Tahun 2021, MUI: Manusia dan Bangsa Jadi Objek Eksploitasi

- 1 Maret 2021, 08:15 WIB
Ilustrasi miras.
Ilustrasi miras. /DOK. PIKIRAN RAKYAT

PIKIRAN RAKYAT – Sepertinya, kebijakan minuman keras menjadi salah satu kebijakan yang mengundang polemik dari berbagai pihak. Kontroversi terkait kebijakan tersebut masih terus bergulir hingga memicu berbagai stigma terhadap pihak tertentu.

Salah satu pihak yang dinilai kontra terhadap kebijakan tersebut adalah Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. Ia mengatakan bahwa aturan yang membolehkan industri minuman keras bisa memicu eksploitasi.

Ia menilai kebijakan tersebut terlihat bahwa manusia dan bangsa telah diposisikan oleh pemerintah dan dunia usaha sebagai objek yang bisa dieksploitasi.

“Kebijakan ini tampak sekali bahwa manusia dan bangsa ini telah dilihat dan diposisikan oleh pemerintah dan dunia usaha sebagai objek yang bisa dieksploitasi,” kata Waketum MUI Anwar Abbas pada Minggu, 28 Februari 2021.

Baca Juga: Assesment Jennifer Jill Disetujui, Istri Ajun Perwira Mulai Jalani Rehabilitasi Narkoba

Baca Juga: Update Corona Dunia 1 Maret 2021, Kasus Harian Turun 84.725 Jiwa Dibanding Hari Kemarin

Selengkapnya cek YouTube Pikiran Rakyat

Waketum MUI Anwar Abbas menuturkan bahwa aturan yang menjadikan industri miras sebagai usaha terbuka bisa merugikan masyarakat karena bisa menyebabkan peredaran miras menjadi semakin terbuka.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Antara


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X