Sarankan Perpres Investasi Miras Dibatalkan, Jimly Asshiddiqie: Dampaknya Merusak

- 28 Februari 2021, 20:00 WIB
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie. /Instagram.com/@jimlyas

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah saat ini telah menetapkan industri minuman keras (miras) sebagai Daftar Positif Investasi (DPI).

Menguatkan kebijakan itu, Pemerintah telah menerbitkan aturan berupa Peraturan Presiden (Perpres) nomor 10 Tahun 2021.

Berdasarkan informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meneken peraturan tersebut pada, Selasa, 2 Februari 2021, lalu.

Dalam Perpres tersebut, industri miras masuk sebagai salah satu bidang usaha terbuka bagi kegiatan penanaman modal dengan persyaratan.

Baca Juga: Kembali Beraksi Serang TNI di Intan Jaya, Satu Anggota KKB Tewas

Baca Juga: Roma vs AC Milan, Hadapi Lawan di Liga Italia, Stefano Pioli Tekankan 3 Hal

Persyaratan yang dimaksud dalam Perpres itu, penanaman modal baru untuk industri miras dapat dilakukan di Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat.

Sementara itu, teknis penanaman modal ini dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan usulan gubernur.

Situasi ini pun disebut-sebut berbanding terbalik dengan Perpres sebelumnya (Perpres Nomor 44 Tahun 2016), industri miras masuk dalam daftar bidang usaha yang tertutup.

Halaman:

Editor: Sarah Nurul Fatia


Tags

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X