Menhub Budi Karya Sumadi Beberkan Alasan Penerapan GeNose C19 pada Moda Transportasi Kereta Api dan Bus

- 25 Januari 2021, 09:07 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. /Instagram/@budikaryas

PIKIRAN RAKYAT - Terhitung mulai 5 Februari 2021, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut moda transportasi kereta api wajib melakukan pengecekan Covid-19 menggunakan GeNose C19, sedangkan angkutan bus tidak wajib, namun bakal dilakukan pengecekan secara acak.

Dalam keterangan tertulis, Menhub pun menerangkan alasan terkait wajibnya penggunaan GeNose C19 pada moda transportasi kereta api, dan bus menjadi yang pertama penerapan tersebut yakni karena harga tiket pada rute tertentu lebih murah daripada pengecekan tes Covid-19 melalui rapid antigen atau polymerase chain reaction (PCR) test.

“Karena kereta api ada jarak-jarak tertentu, katakan Jakarta-Bandung Rp100.000, kalau mesti antigen Rp100.000 lagi itu kan mahal, apalagi tarif bus yang lebih murah lagi, ada yang cuma Rp40.000-50.000,” kata Menhub Budi Karya Sumadi, Minggu 25 Januari 2021.

Baca Juga: Protes Sekolah Ditutup, Sekte Yahudi Ultra-Ortodoks Israel Bentrok dengan Polisi

“Tapi dengan GeNose ini harganya hanya Rp20.000 (sekali cek). Apalagi kalau nanti dengan skala besar bisa lebih murah menjadi Rp15.000, jadi lebih terjangkau. Kami sudah pesan 200 unit untuk 44 titik stasiun di seluruh Jawa dan Sumatera,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyebut, terminal pertama yang bakal menggunakan GeNose C19 adalah Terminal Pulo Gebang, Bekasi.

“Merujuk SE (Surat Edaran) Satgas Penanganan Covid-19, kita masih sepakat untuk masyarakat yang bepergian dengan bus itu sifatnya hanya random sampling,” tutur Budi Setiyadi.

Baca Juga: Usai Normalisasi, Uni Emirat Arab Langsung Setuju Dirikan Kedubes di Israel

“Untuk di Jakarta yang pertama kali dilaksanakan adalah di Terminal Pulo Gebang, dan secara bertahap kita sudah pesan 100 alat GeNose yang akan segera kita distribusikan ke daerah-daerah,” katanya menambahkan.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X