Tetua Adat Baduy Jamin Wilayahnya Terbebas dari Covid-19, Tegas Tolak Wisatawan yang Langgar Aturan

- 24 Januari 2021, 21:05 WIB
JARO Saija menjelaskan tentang agenda Seba Baduy saat ditemui di kediamanya di kawasan hak ulayat masyarakat Badui di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Sabtu, 6 Mei 2020.* /Mansyur/ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Virus corona telah menyebar di negeri ini selama 10 bulan terakhir, pada 13 Januari 2020 lalu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bahkan telah menetapkan sebagai bencana nasional.

Pelbagai wilayah di seluruh penjuru negeri dibuat kepayahan oleh virus mematikan tersebut. Kendati demikian, hingga saat ini penyebaran virus corona di tengah masyarakat Baduy pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten belum ditemukan alias nol kasus Covid-19.

Sementara itu, Tetua Adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Jaro Saija mengatakan bahwa masyarakat Baduy dilarang ke luar daerah zona merah penularan Covid-19 seperti wilayah Jakarta, Tangerang dan Bogor.

Baca Juga: Peneliti Ingatkan Bumi Akan Berputar Lebih Cepat di Tahun 2021, Waktu Diklaim Akan Terasa Singkat

Selengkapnya cek YouTube Pikiran Rakyat

 

Di samping itu, warga Baduy yang merantau, menurut Tetua Adat Baduy tersebut diminta untuk pulang, dan sebelum masuk pemukiman adat terlebih dahulu menjalani pengecekan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat.

Untuk diketahui, masyarakat Baduy yang tinggal di Pegunungan Kendeng dengan luas 5.100 hektare tersebar di 65 perkampungan, dihuni sekira 11.600 jiwa.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X