BMKG Keluarkan Peringatan Dini: 94 Persen Wilayah Indonesia Waspadai Cuaca Ekstrem

- 19 Januari 2021, 15:06 WIB
BMKG buka suara mengenai angin kencang Desember 2020. /BMKG.go.id


PIKIRAN RAKYAT - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan cuaca ekstrem yang bakal meningkat selama periode puncak musim hujan yang akan berlangsung sampai bulan Februari 2021 mendatang.

"BMKG terus meminta masyarakat dan seluruh pihak untuk tetap terus mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang cenderung meningkat di dalam periode puncak musim hujan ini," kata Deputi Bidang Klimatologi Herizal kepada wartawan, di Jakarta, Selasa, 19 Januari 2021, seperti dikutip dari PMJ News.

Selain itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menuturkan sebagian besar wilayah terutama Jawa, Bali, Sulawesi Selatan hingga Nusa Tenggara saat ini sudah memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan akan berlangsung sampai Februari 2021.

Baca Juga: Banjir di Kabupaten Nunukan Rendam 533 Rumah, Lebih dari 2.000 Orang Terkena Dampak

"Saat ini tercatat sebagian besar wilayah Indonesia. Yaitu 94 persen dari 342 Zona Musim telah memasuki musim hujan," tutur Dwi di Jakarta.

Dwi menjelaskan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan mampu berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Tanah Air.

Kondisi itu dipicu oleh menguatnya Monsun Asia yang ditandai dengan semakin kuatnya aliran angin lintas ekuator di Selat Karimata, diperkuat oleh pengaruh hadirnya gelombang atmosfer ekuatorial tropis Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby yang saat ini aktif di wilayah Indonesia.

Baca Juga: Sebut Longsor dan Banjir Bandang di Puncak Gara-Gara Hujan, Wabup Bogor: 24 Jam Diguyur Hujan

Kehadiran MJO itu dapat ber-superposisi dengan penguatan Monsun Asia yang dapat pula disertai munculnya fenomena seruakan dingin (cold surge) di Laut Natuna Utara.

Di samping itu, teramati beberapa sirkulasi siklonik di selatan Indonesia dan utara Australia yang menyebabkan terbentuknya belokan, pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi). Sehingga meningkatkan pertumbuhan gugus awan supersel yang berpotensi menimbulkan curah hujan tinggi.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: PMJ News


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X