Babak Baru Kasus Korupsi Bansos, KPK Tengah Dalami Adanya Arahan Khusus dari Juliari Batubara

- 17 Januari 2021, 15:16 WIB
Sejumlah OTT KPK cukup menghebohkan di akhir tahun 2020. Dari Wali Kota Cimahi, Menteri Edhy Prabowo, sampai anak buah Menteri Sosial Juliari P Batubara. /ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA

PIKIRAN RAKYAT - Kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami adanya arahan khusus dari tersangka mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara (JPB), dalam pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

Menindaklanjuti kasus yang semakin mengerucut ini, KPK pada Jumat, 15 Januari 2021 telah memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos Adi Wahyono (AW) sebagai saksi untuk tersangka Juliari dan kawan-kawan.

Sebagaimana dalam penyidikan kasus suap pengadaan bansos untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020, dalam hal ini diketahui pula Adi sebagai salah satu tersangka kasus tersebut.

Baca Juga: Dituduh Nilai Raffi Ahmad Pilihan yang Salah Usai Sarankan Raditya Dika, Deddy Corbuzier Buka Suara

Melalui Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 17 Januari 2021, ia menjelaskan bahwa Adi Wahyono, PPK pada proyek bansos Tahun Anggaran 2020, masih terus didalami terkait dengan jabatan saksi selaku PPK.

Kemudian juga adanya dugaan arahan khusus dari tersangka JPB dalam pengadaan bansos untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020 di Kemensos. Sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Antara.

Pada Jumat, 15 januari lalu KPK juga telah memeriksa dua saksi lainnya, untuk tersangka Juliari dan kawan-kawan yakni Manajer PT Pertani Muslih, dan Ivo Wongkaren dari unsur swasta.

Baca Juga: Kapten Barcelona Lionel Messi Dilaporkan Sudah Lakukan Negosiasi dengan Man City dan PSG

Ali menyatakan, saksi Muslih didalami keterangannya terkait adanya kerja sama dalam proyek bansos untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020 pada Kemensos.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X