Musibah Sriwijaya Air SJ 182, Pengestutomi: Ada Kemungkinan Kesalahan Pabrik Pembuat Pesawat Boeing

- 14 Januari 2021, 19:47 WIB
Pencarian hari keempat Sriwijaya Air SJ 182, Selasa 12 Januari 2021 /Pikiran-rakyat.com/Amir Faisol

PIKIRAN RAKYAT - Praktisi hukum Pangestutomi G.,S.H. dari firma hukum Danto dan Tomi & Rekan mengatakan, tidak semua bantuan boleh diterima para ahli waris penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Karena, ada bantuan yang boleh diterima keluarga korban SJ182 dan ada yang tidak boleh diterima para ahli waris.

"Kecelakaan ini melibatkan perusahaan besar di Amerika Serikat yaitu Boeing. Ada kemungkinan ini mengenai kesalahan pabrik pembuat pesawat Boeing 737-500," kata Pangestutomi SH dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 14 Januari 2021.

“Kita harus menunggu hasil investigasi teknis kenapa pesawat ini di Amerika serikat. Kantor Pengacara kami memiliki pengalaman bekerja sama dengan kantor pengacara Herrmann Law Group di Seattle Amerika serikat dalan kasus kecelakaan Lion Air JT160 29 Oktober 2018."

Baca Juga: Santai Divaksin Covid-19, Gus Yasin: Aman, yang Disuntikan ke Kami Sama dengan yang untuk Masyarakat

"Kami mewakili 46 keluarga korban dan kami memenangkan dan membuktikan kesalahan ada pada Boeing. Jadi Boeing memberikan ganti kerugian perdata kepada ahli waris JT160 secara layak dan keluarga korban bisa melanjutkan kehidupan ekonomi secara layak,” ujarnya.

Menurut Pangestutomi, bantuan yang boleh diterima adalah bantuan yang diberikan tanpa syarat untuk membebaskan para pihak yang sangat patut diduga bertanggung jawab dalam kejadian SJ 182 ini.

Dalam pengalaman mendampingi para keluarga korban Lion JT 160, Pangestutomi mengatakan, para keluarga korban banyak yang terlanjur terjebak dalam uluran bantuan yang menyesatkan.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 15 Januari 2021: Libra, Scorpio, dan Sagitarius, Salah Investasi Bikin Keuangan Buruk

"Artinya, diberikan santunan tetapi wajib membebaskan para pihak yang diduga kuat bertanggung jawab terhadap kejadian ini. Karena itu lanjut Pangestutomi, menganjurkan agar para keluarga korban menunjuk pengacara," katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X