Epidemiolog: Vaksin Covid-19 Sinovac Memiliki Ragam Keunggulan, Efek Sampingnya Kurang dari 1 Persen

- 14 Januari 2021, 17:20 WIB
Petugas menurunkan kontainer berisi Vaksin Sinovac saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 6 Desember 2020. /ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO

PIKIRAN RAKYAT - Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr. dr. M. Atoillah Isfandiari, M.Kes mengungkap vaksin Covid-19 produksi Sinovac meski memiliki efikasi sebesar 65,3 persen, namun memiliki beberapa keunggulan.

"Efikasi vaksin sebesar itu bisa dibilang jauh lebih rendah dibanding vaksin lainnya," kata Dr Atoillah di Surabaya, Kamis, 14 Januari 2021.

Epidemiolog Unair yang akrab disapa Ato ini mengatakan vaksin Sinovac menggunakan platform lama yang sudah sangat dikenal produsen vaksin, yaitu inactivated virus atau virus yang dimatikan.

Baca Juga: Alexandre Pato Simpan Keinginan Terpendam Reuni dengan AC Milan dan Duet dengan Zlatan Ibrahimovic

Efek samping dari vaksin itu tercatat kurang dari 1 persen. Maka artinya vaksin tersebut memiliki safety atau keamanan yang sangat tinggi.

"Beda dengan vaksin lain walaupun efikasinya 90 persen tetapi menggunakan teknologi baru yaitu mRNA teknologi baru di sisi lain dalam jangka pendek mungkin bisa diamati dampaknya pada saat uji klinis jangka panjang mereka belum tahu karena ini adalah platform baru," kata Ato.

Vaksin Sinovac juga relatif mudah disimpan maupun logistiknya tidak membutuhkan cold chain atau rantai dingin yang canggih, seperti vaksin Pfizer yang membutuhkan penyimpanan minus 70 derajat.

Baca Juga: Tak di Lombok, Syekh Ali Jaber Dimakamkan di Pondok Pesantren Daarul Quran Milik Ustaz Yusuf Mansur

"Vaksin dari perusahaan China tersebut masih memungkinkan jika disimpan di dalam lemari pendingin biasa," ujar Ato, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Antara.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X