Sebut Vaksin Sinovac Memiliki Beragam Keungggulan, Epidemiolog Unair: Beda dengan Vaksin Lain

- 14 Januari 2021, 17:05 WIB
MUI nyatakan vaksin Covid-19 Sinovac halal.* /Pikiran Rakyat/Armin Abdul Jabbar

PIKIRAN RAKYAT - Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr. dr. M. Atoillah Isfandiari, M.Kes mengungkap vaksin Covid-19 produksi Sinovac meski memiliki efikasi sebesar 65,3 persen, namun memiliki beberapa keunggulan.

"Efikasi vaksin sebesar itu bisa dibilang jauh lebih rendah dibanding vaksin lainnya," kata Dr Atoillah di Surabaya, Kamis, 14 Januari 2021.

Epidemiolog Unair yang akrab disapa Ato ini mengatakan vaksin Sinovac menggunakan platform lama yang sudah sangat dikenal produsen vaksin, yaitu inactivated virus atau virus yang dimatikan.

Baca Juga: Dukung Suntik Vaksin Covid-19 untuk Rakyat, Krisdayanti: Lebih Baik, Walau Tak 100 Persen Melindungi

Efek samping dari vaksin itu tercatat kurang dari 1 persen. Maka artinya vaksin tersebut memiliki safety atau keamanan yang sangat tinggi.

"Beda dengan vaksin lain walaupun efikasinya 90 persen tetapi menggunakan teknologi baru yaitu mRNA teknologi baru di sisi lain dalam jangka pendek mungkin bisa diamati dampaknya pada saat uji klinis jangka panjang mereka belum tahu karena ini adalah platform baru," kata Ato.

Vaksin Sinovac juga relatif mudah disimpan maupun logistiknya tidak membutuhkan cold chain atau rantai dingin yang canggih, seperti vaksin Pfizer yang membutuhkan penyimpanan minus 70 derajat.

Baca Juga: Ramai Kabar Wasiat Syekh Ali Jaber yang Ingin Dimakamkan di NTB, Pihak Keluarga Akhirnya Meluruskan

"Vaksin dari perusahaan China tersebut masih memungkinkan jika disimpan di dalam lemari pendingin biasa," ujar Ato, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Antara.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X