Bangun Jamban dengan Arisan, Kemensos Ubah Pola Pikir Pola Hidup Sehat Masyarakat

- 12 Desember 2020, 21:14 WIB
Kementerian Sosial (Kemensos) mengubah pola pikir kesehatan masyarakat dengan membangun jamban sehat secara arisan (julo-julo).
Kementerian Sosial (Kemensos) mengubah pola pikir kesehatan masyarakat dengan membangun jamban sehat secara arisan (julo-julo). /Dok. Kemensos RI

PIKIRAN RAKYAT - Kementerian Sosial (Kemensos) di masa pandemi Covid-19 tanpa kecuali, terus berusaha meningkatkan kesehatan masyarakat. 

Melalui  Program Keluarga Harapan (PKH), Kemensos mengubah pola pikir Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

"Dengan semangat kesetikawanan sosial dan gotong royong mereka mewujudkan pembangunan sanitasi bersih," kata pendamping PKH Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman Sumatera Barat Rachmad Ariyo ketika menjadi narasumber "Podcast Beranda di Kemensos", seperti dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu 12 Desember 2020.

 Baca Juga: Kebut Pembangunan Jaringan Internet di Tengah Pandemi, Johnny G. Plate: Dipercepat Satu Dekade

Ariyo mengatakan, sebelum dibangun jamban bersih, pola hidup bersih masyarakat di sana memprihatinkan akibatnya banyak anak-anak yang tumbuh tidak sesuai harapan atau mengalami stunting. Maka upaya mengubah pola pikir dilakukan dengan semangat kebersamaan masyarakat dan gotong royong.

Kemudian, di dua desa, di Nagari Cubadak dan Simpang Tonang, mulai diwujudkan sanitasi sehat. Perubahan pola hidup bersih KPM PKH diawali dengan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang rutin diadakan pendamping. "Dalam pertemuan tersebut diajarkan pola hidup sehat dan gizi. Materi yang diajarkan sanitasi berbasis masyarakat,” jelas Ariyo.

Dia bercerita, untuk mewujudkan pembangunan sanitasi berbasis masyarakat, pendamping PKH mengadakan arisan atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan “Julo-Julo” untuk membangun sanitasi sehat yang berwujud jamban bersih. 

 Baca Juga: 4 Mitos Seputar Kejatuhan Cicak, Benarkah Bisa Buat Nasib Kita Sial?

“Kegiatan inovasi yang dilaksanakan terhadap KPM PKH yakni Julo-Julo jamban sehat, berbentuk arisan biasa. Namun uniknya, pemenang dari julo-julo dibangunkan jamban sehat. Sebelumnya pertama sekali Program Julo-julo dicetuskan di kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman oleh pendamping PKH Dona Darni Putri dan program ini pernah mewakili Sumatera Barat dalam acara PKH Appreciation Day Tahun 2017 dan masuk nominasi,” tambah Ariyo. 

“Pemenang julo-julo setiap bulan akan dibangunkan jamban secara gotong royong dengan adanya pembagian tugas masing-masing anggota, dengan gotong royong bisa menekan biaya seminimal mungkin, dengan perkiraan Rp 600-700 ribu rupiah sudah bisa untuk membangun jamban sehat yang setara jamban harga Rp 2-3 jutaan,” jelas Ariyo.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X