Pilkada 2020, Peneliti Menilai Minim Keterlibatan Pemuda dalam Mengawal Program Calon

- 4 Desember 2020, 17:41 WIB
Ilustrasi Pilkada Serentak 2020. /Pikiran-Rakyat.com/Fian Afandi

PIKIRAN RAKYAT - Peneliti Senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus  menyebutkan, pemuda belum terlibat aktif mengisi wacana yang berkembang saat pilkada. 

Terlebih saat ini, ruang ekspresi dari kaum muda belum terlalu kelihatan di Pilkada 2020, padahal hal ini kesempatan paling bagus untuk menunjukan intervensi dari idealisme kaum muda terhadap lahirnya pemimpin-pemimpin di daerah melalui Pilkada 2020.

Koordinator Koalisi Golongan Hutan, Edo Rakhman mengatakan pilihan anak muda menentukan nasib lima tahun ke depan. 

 Baca Juga: Alih-alih Pakai Peti Mati, Jenazah Pria Ini Dibawa dalam Posisi Duduk hingga Ditolak Pihak Pemakaman

“Kalau kita tidak bisa memaksimalkan momentum tersebut kehidupan anak-anak muda hari ini yang menjadi pemilih potensial akan sangat berpengaruh kehidupanya 5 tahun ke depan," kata Edo.Hal ini diungkapkan saat melakukan webinar bertema ‘Memilih masa Depan, Aspirakan Harapan’. 

Oleh karena itu, dalam satu pekan kurang yang tersisa, Edo mengajak anak muda berpikir dan memfinalkan pilihan saat 9 Desember 2020 nanti. 

Peneliti Sosial dan Lingkungan Epistema Institute, Siti Chaakimah, mengatakan, masyarakat harus mewaspadai kemungkinan calon kepala daerah yang telah membuat kontrak politik dengan pengusaha. 

 Baca Juga: Jadwal La Liga Spanyol Pekan ke-12: 5-7 Desember 2020, Live Streaming TV Online

Terkadang, kontrak politik itulah yang menjadi dasar kebijakan yang tidak berpihak terhadap isu lingkungan. 

“Seringkali Kegagalan pembangunan daerah dan kerusakan lingkungan di daerah dikarenakan kontrak politik antara calon kepala daerah dan pengusaha pendukung calon. Jadi sehabis pilkada selesai banyak sekali Surat-surat izin yang diterbitkan sebagai  tebusan balas budi,” katanya, dalam webinar yang sama.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X