Ikatan Apoteker Dorong Riset Indonesia Terapkan Konsep Pengurangan Bahaya

- 3 Desember 2020, 09:21 WIB
Ilustrasi apoteker. /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Sudah saatnya riset Indonesia menggunakan pendekatan pengurangan risiko.

Ini bukanlah hal baru karena saat menjalani kehidupan sehari-hari, upaya mengurangi risiko dari gula dengan pemanis stevia sebagai alternatif, sudah lumrah dilakukan. 

 

Konsep harm reduction sudah populer di luar negeri, bahkan secara aktif dipromosikan oleh Pemerintah sejumlah negara. 

Baca Juga: Klasemen Grup F Liga Champions: Dortmund Vs Lazio Imbang, Persaingan Menuju 16 Besar Makin Seru

Sayangnya, berdasarkan pengamatan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) konsep harm reduction ini kurang dipakai untuk kepentingan kesehatan masyarakat. 

Ketua IAI, Nurul Falah Eddy Pariang, menyatakan penerapan pengurangan bahaya di Indonesia masih belum dipertimbangkan sebagai salah satu opsi utama untuk perlindungan kesehatan masyarakat. 

Lebih lanjut, Nurul Falah mengatakan pentingnya peran aktif pemerintah untuk turut mempromosikan pendekatan ini. 

“Di luar negeri, pendekatan ini kan terbukti membawa dampak positif bagi kesehatan publik, terutama terkait penyakit tidak menular, kenapa kita tidak coba untuk belajar dari contoh yang berhasil,” kata Nurul Falah, Kamis, 3 Desember 2020. 

 Baca Juga: Bersitegang dengan Iran, Israel Terima Kapal Perang Paling Canggih Buatan Jerman

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X