Rieke Diah Pitaloka Turun Gunung ke Pilkada Surabaya: Jangan karena Sembako Ibu-ibu Belok!

- 27 November 2020, 18:51 WIB
Politisi senior PDIP Rieke Diah Pitaloka. /Dok. PDIP

PIKIRAN RAKYAT - Politisi senior PDIP Rieke Diah Pitaloka turun gunung ke Surabaya untuk memenangkan pasangan calon walikota Surabaya nomor urut 1 Eri Cahyadi dan Armuji dalam pemilihan umum kepala daerah. 

Penyapaan dilakukan Rieke atau Oneng ini diharapkan akan semakin menguatkan warga Surabaya dalam menggunakan hak suaranya pada 9 Desember 2020 mendatang. 

"Surabaya patut berbangga, banyak hal sudah dilakukan oleh Pak Bambang DH, kemudian diteruskan menjadi lebih baik oleh Bu Risma dan sekarang akan diteruskan oleh Mas Eri Cahyadi dan Armuji," kata Rieke saat bertemu warga di Jambangan, Surabaya, seperti dalam siaran pers, Jumat, 27 November 2020.

 Baca Juga: Plastik Isi Bayi Perempuan Ditemukan Menggantung di Gagang Pintu Masjid, Terbalut Kain dengan Darah

Rieke mengatakan, sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), Eri dinilai sangat mengenal Surabaya dengan baik. Tata kota diperhitungkan secara matang, Surabaya harus dikelola dengan orang yang tepat. Pemeran Oneng dalam sinetron komedi Bajaj Bajuri ini mencontohkan, terkait bantaran kali yang berubah menjadi cantik.

"Bapak Ibu, Bu Risma sudah menjadikan daerah ini bersih. Coba lihat sungai dibelakang ini (kali surabaya) yang sangat bersih," ungkapnya. 

Dalam kampanye di beberapa titik, mulai bertemu relawan Eri Armuji di Petemon Sidomulyo IV Surabaya, dilanjutkan bertemu Relawan kawasan Surabaya Utara dan berakhir di Warga Stren Kali Jambangan. Politisi perempuan Dapil Jabar VII itu terus meminta agar warga tidak lengah dalam melakukan pencoblosan. 

 Baca Juga: Mengaku Blokir Akun Instagram Rossa, Deddy Corbuzier: Buat Saya Dia Terlalu Cantik

"Jangan hanya karena sarung bapak ibu belok, jangan hanya karena sembako belok, hanya karena uang belok. Coba bayangin, berapa ya bapak ibu uang 100 ribu dikali 2 juta lebih pemilih? Si Oneng kalo suruh ngitung susah," lanjutnya berseloroh yang disambut tawa warga.  

Pembina Laskar Juang RDP ini mengatakan, jika orang sudah mengeluarkan uang besar, maka saat menjadi pemimpin Surabaya ada kekuatiran melakukan upaya pengembalian uang tersebut. "Itu namanya apa bapak ibu?" disambut secara serentak warga menjawab bareng, "Korupsi....". 

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Karawang Post

tim sar

16 Januari 2021, 00:00 WIB
X