Soal Suap Benih Lobster, KPK Sebut Dua Orang Tersangka Menyerahkan Diri dan Menghadap Penyidik

- 26 November 2020, 17:36 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) mengenakan baju tahanan saat digiring menuju ruang konferensi pers seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 25 November 2020. /ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

PIKIRAN RAKYAT - Kasus dugaan suap ekspor benih lobster atau benur yang menimpa Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KKP) Edhy Prabowo menunjukkan perkembangan.

Pasalnya dua orang tersangka, yakni Andreau Misanta Pribadi (APM) dan Amiril Mukminin (AM) menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK).

APM merupakan Staf Khusus Menteri KKP, dirinya sempat menghilang kala Edhy Prabowo ditangkap KPK.

Baca Juga: Lille vs AC Milan Liga Europa: Tanpa Zlatan Ibrahimovic, Siapa yang Diandalkan Stefano Pioli?

Sementara itu, pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri menyampaikan bahwa APM bertindak selaku pelaksana Tim Uji Tuntas Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster di Kementerian KKP, sementara AM berasal dari pihak swasta.

"Siang ini sekira pukul 12.00, kedua tersangka APM dan AM (swasta) secara kooperatif telah menyerahkan diri dan menghadap penyidik KPK," katanya pada Kamis, 26 November 2020, sebagaiamana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJNews.

KPK menetapkan tujuh orang sebagai tersangka sebagai penerima suap, yakni Menteri KKP Edhy Prabowo (EP), Staf Khusus Menteri KKP, Safri (SAF), Andreu Pribadi Misata (APM), pengurus PT ACK, Siswadi (SWD), Staf Edhy Prabowo, Ainul Faqih (AF), dan Amiril Mukminin (AM). Sedangkan sebagai pemberi, yaitu Direktur PT DPP, Suharjito (SJT).

Baca Juga: Ringkus 4 Orang atas Dugaan Prostitusi Online Artis, Polisi Amankan Ponsel hingga Alat Kontrasepsi

Usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Edhy Prabowo menyatakan akan mengundurkan diri sebagai Menteri KKP sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra.

Halaman:

Editor: Nuzulia Rega

Sumber: PMJNews


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X