MUI Sebut Menyesalkan karena Kerja Keras 10 Bulan Hancur oleh Kerumunan

- 24 November 2020, 19:28 WIB
Wasekjen MUI Nadjamuddin Ramly . /Dok. Satgas Covid-19

 

PIKIRAN RAKYAT - Sepekan terakhir ini sejumlah klaster baru bermunculan akibat kerumunan dan penambahan kasus baru Covid-19 sudah tak terelakan lagi bakal bertambah.

Penambahan ini tentu sangat memprihatinkan bangsa. Di mana bangsa Indonesia tengah berjuang bangkit dari lembah resesi akibat Covid-19 namun kasus justru malah bertambah terus. 

Sejumlah pihak berkomentar soal kerumunan yang terjadi, tak terkecuali Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca Juga: 20 Orang di Pondok Pesantren Kena Corona Usai Jenazah Covid-19 di Indramayu Dipaksa Transit

Majelis Ulama Indonesia menyesalkan terjadinya kerumunan massa yang memperbesar risiko penularan Covid-19 dan menyerukan kasus serupa tidak terulang.

Wasekjen MUI Nadjamuddin Ramly mengatakan peristiwa kerumunan itu, tak ubahnya seperti hendak menghancurkan kerja keras semua pihak dalam 10 bulan terakhir dalam menanggulangi pandemi.

“Kita sangat menyesalkan, kerja keras sepuluh bulan dihancurkan oleh kegiatan-kegiatan kerumunan dalam satu pekan terakhir,” tegas dalam Rapat virtual Satgas Penanganan Covid-19 yang diikuti lebih dari 500 peserta, Minggu 22 November 2020 berakhir hampir tengah malam.

Baca Juga: Penjualan Daihatsu Tembus 77.471 Unit Hingga Oktober 2020, Gran Max Terlaris

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Sumber: satgas covid-19


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X