Sebut Masyarakat yang Berani Tes Covid-19 adalah Pahlawan, Satgas Ungkap Alasannya

- 24 November 2020, 21:30 WIB
Ilustrasi Covid-19. /Pexels/Markus Winkler

PIKIRAN RAKYAT – Anggota Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku Turro Wongkaren mengatakan bahwa stigma masih menjadi faktor yang membuat enggan untuk dites Covid-19.

Menurutnya, ketika hasil tes tersebut menyatakan positif atau reaktif, hal itu akan membuat masyarakat menjadi sungkan.

Hal itu disampiakan Turro Wongkaren dalam konferensi pers Satgas Covid-19 pada hari Selasa, 24 November 2020, yang ditayangkan melalui kanal Youtube resmi BNPB Indonesia.

Baca Juga: Tak Hanya Kepada Covid-19, Enesis Group Memberi Perhatian Juga Terhahap DBD di Provinsi Jawa Barat

Dia membenarkan bahwa pandangan masyarakat terhadap pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, masih menjadi faktor penyumbang masyarakat enggan untuk melakukan tes.

Menurut Turro Wongkaren, masyarakat merasa khawatir dengan apa yang akan dikatakan orang lain ketika mereka dinyatakan positif Covid-19.

“Itu bener, itu salah satunya, stigma yang tadi saya katakan, orang takut kalau nanti dia ternyata positif atau reaktif, itu apa yang akan orang katakan, apa kata orang kalau sampai begitu, ya,” tuturnya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal Youtube BNPB Indonesia.

Baca Juga: Sempat Pasrah dan Siap jika Ditakdirkan Meninggal karena Kanker, Feby Febiola Ungkap Alasannya

Selain takut terhadap pandangan orang mengenai pasien positif Covid-19, masyarakat juga takut jika nantinya mereka akan dikucilkan oleh keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

Halaman:

Editor: Nuzulia Rega


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X