Pikiran Rakyat
USD Jual 14.004,00 Beli 14.102,00 | Berawan, 25 ° C

Diagnosis TBC Kini Bisa Diketahui dalam Hitungan Jam

Huminca Sinaga
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Deputi Administrator (DA) Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) Bonnie Glick akan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada tanggal 8-11 November 2019 untuk mengamati langsung beberapa program USAID dan bertemu dengan mitra dan penerima manfaat kegiatan USAID.

Sebelum tiba di Indonesia tanggal 4 November, DA Glick berpartisipasi dalam Indo-Pacific Business Forum di Bangkok, Thailand dan mencatat semakin meluasnya kemitraan USAID di negara-negara Indo-Pasifik, termasuk Indonesia, di bidang energi, infrastruktur, konektivitas digital, perdagangan dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya.

Di Jakarta, seperti dilansir siaran pers Kedubes AS yang diterima Pikiran Rakyat, Kamis, 7 November 2019, DA Glick akan bertemu dengan para pejabat tinggi Pemerintah Indonesia untuk memperkuat komitmen kemitraan antara Amerika Serikat dengan Indonesia yang mengedepankan prioritas pembangunan bersama.

DA Glick kemudian akan mengunjungi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso untuk mendengar langsung dari penyedia layanan kesehatan tentang tantangan yang dihadapi dalam menetapkan diagnosis dan memberikan pengobatan untuk Tuberkulosis (TBC) dan Tuberkulosis kebal obat (DR-TB). Ia juga akan mendengarkan pengalaman para pasien yang menerima dukungan untuk terus menjalani pengobatan.

Selanjutnya, ia juga akan mempelajari tentang pemanfaatan mesin GeneXpert di Indonesia, yang mempersingkat waktu diagnosis TB dan DR-TB dari beberapa minggu menjadi beberapa jam saja. Dengan dukungan USAID, Indonesia telah mengoperasikan lebih dari 960 mesin GeneXpert. DA Glick akan menggarisbawahi komitmen USAID untuk menjadi katalisator investasi yang akan membantu mengakhiri epidemi TBC melalui Global Accelerator to End Tuberculosis yang baru diluncurkan dimana Indonesia menjadi salah satu negara prioritas. 

Global Accelerator akan mempercepat kemajuan Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Bebas TBC pada tahun 2030.

Selain itu, Glick juga akan bertemu dengan para pejabat Pemerintah Indonesia dan mitra pelaksana USAID untuk memperkuat komitmen USAID terhadap perikanan berkelanjutan. Amerika Serikat mengimpor sekitar 1,8 miliar dolar AS makanan laut dan produk makanan laut dari Indonesia setiap tahun. Kemitraan sektor kelautan USAID membantu memastikan bahwa lebih banyak nelayan dan perusahaan perikanan Indonesia memenuhi persyaratan penelusuran asal makanan laut sehingga bisa diekspor ke AS dan juga meningkatkan pengelolaan perikanan dan melindungi ekosistem dan keanekaragaman hayati laut.

Glick akan mengakhiri perjalanannya dengan kunjungan ke PT AgriSpice Indonesia, pabrik pengolahan rempah-rempah di Klaten, Jawa Tengah, yang memproses rempah-rempah Indonesia untuk ekspor. Anak perusahaan Cooperative Business International Global (CBI) yang juga mitra USAID, PT AgriSpice Indonesia membantu petani terhubung ke pasar global, termasuk dengan McCormick & Company yang berpusat di Maryland, dan mendapatkan harga yang lebih tinggi untuk hasil panennya.

Beberapa petani tersebut, yang sebagian besar tinggal di Indonesia timur, mendapatkan penghasilan dua kali lipat sejak adanya kerja sama ini. Saat berada di lokasi pabrik, DA Glick menyampaikan pesan dari Gubernur Maryland Larry Hogan yang menyatakan penghargaan dan pujiannya.***

Bagikan: