Pikiran Rakyat
USD Jual 14.004,00 Beli 14.102,00 | Berawan, 25 ° C

Idham Azis Disepakati sebagai Kapolri

Muhammad Irfan
CALON Kapolri Komjen Pol Idham Aziz mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Kapolri di ruang Komisi III, Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019. Idham Aziz merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri untuk menggantikan Tito Karnavian yang kini menjabat sebagai Mendagri.*/ANTARA
CALON Kapolri Komjen Pol Idham Aziz mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Kapolri di ruang Komisi III, Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019. Idham Aziz merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri untuk menggantikan Tito Karnavian yang kini menjabat sebagai Mendagri.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Secara aklamasi, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati Idham Azis sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang baru menggantikan Tito Karnavian. Proses dipilihnya Idham terhitung cepat yakni hanya satu hari saja dan akan ditetapkan pada Rapat Paripurna di DPR, Kamis, 31 Oktober 2019.

Sebelum disetujui secara aklamasi dalam rapat Pleno Komisi III, Idham lebih dulu didatangi ke kediamannya di Kawasan Panglima Polim Jakarta Selatan oleh pimpinan Komisi III. Sepulangnya dari kediaman Idham, Komisi III langsung menggelar fit and proper test bagi pria berusia 56 tahun yang menjabat Komisaris Jenderal Polisi ini.

Dalam proses fit and proper test yang dipimpin oleh Ketua Komisi III Herman Herry, Idham memaparkan tujuh program yang akan ia wujudkan jika menjabat sebagai Kapolri. Program itu antara lain mewujudkan SDM unggul, memantapkan pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat, penguatan penegakan hukum yang proefesional dan berkadilan dan pemantapan manajemen media.

Selain itu penguatan sinergitas Polisi, penataan kelembagaan, dan penguatan pengawasan juga jadi hal yang dia prioritaskan. Ditemui usai disetujui di Komisi III, Idham menyebut dirinya bersyukur telah memberikan amanah dan kepercayaan untuk melaksanakan tugas sebagai Kapolri.

"Kepada seluruh masyarakat Indonesia saya juga mohon doa restu untuk bisa melaksanakan amanah ini dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Idham di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu, 30 Oktober 2019.

Menurut dia, proses uji kepatutan dan kelayakan oleh Komisi III berjalan dengan penuh kekeluargaan dengan tidak mengurangi kecermatan Komisi III menggali materi yang ditanyakan kepadanya. Dia juga mengaku tak ada catatan khusus dari Komisi III kepadanya. "Sementara ini tidak ada (catatan khusus), hanya tinggal menunggu proses surat yang katanya diajukan ke paripurna," ucap dia.

CALON Kapolri Komjen Pol Idham Aziz bersiap mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Kapolri di ruang Komisi III, Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019. Idham Aziz merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri untuk menggantikan Tito Karnavian yang kini menjabat sebagai Mendagri.*/ANTARA

Mengenai permintaan Indonesia Corruption Watch yang mendesak penyelesaian kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan, Idham menyebut akan menunjuk kabareskrim baru. Pelantikan Kabareskrim baru akan dilakukan pada Jumat, 1 November 2019.

"Nanti saya beri dia waktu untuk segera mengungkap kasus itu," ucap dia.

Sementara itu, Anggota Komisi III dari FPPP Arsul Sani menyebut pada forum uji kepatutan dan kelayakan, Komisi III menanyakan visi misi dan agenda kerja Kapolri ke depan. Diakuinya itu tidak mendetil pada kasus per kasus yang ada. Kendati demikian, pihaknya menekankan pentingnya koordinasi dan kooperasi antara Kepolisian dengan lembaga mitranya.

"Ada jawaban pak Idham, beliau akan mengembangkan komunikasi informal karena beliau yakin banyak hal akan bisa diselesaikan dengan baik," ucap Arsul.

Anggota Komisi III lainnya, Taufik Basari dari NasDem menyebut proses pemilihan Idham memang relatif cepat. Menurutnya, dia adalah calon tunggal tanpa catatan yang buruk dalam rekam jejaknya. Hal itu membuat proses pemilihan Idham berjalan mulus.

"Kalau sudah begitu untuk apa kita perlambat? Agar negara ini bisa segera berlari termasuk institusi kepolisian agar bisa lebih baik mengerjakan tugas-tugasnya," ucap dia.***

Bagikan: