Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 23.4 ° C

Sebelum Tewas dalam Sumur, Korban Sempat Melambaikan Tangan

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi memperbaiki sumur.*/ANTARA
FOTO ilustrasi memperbaiki sumur.*/ANTARA

SERANG, (PR).- Seorang warga Lingkungan Pelopor RT 01 RW 03 Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Sukari (64) terjatuh ke sumur sedalam 20 meter, Selasa 22 Oktober 2019. Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika korban hendak memperbaiki mesin air dirumahnya yang rusak.

Kepala Polsek Cipocok Jaya Kompol Agus menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Khasanah yang tak lain istri korban, edang memperbaiki mesin air sekitar pukul 13.00. Kemudian korban masuk ke dalam sumur untuk melakukan pengecekan pipa air. Tak lama, korban meminta tolong dan terjatuh ke dalam sumur.

"Saksi, istri korban dan anaknya meminta tolong kepada warga. Saleh (warga) hendak menolong korban dan masuk ke dalam sumur. Namun belum sempat ke dasar sumur, naik kembali karena kekurangan oksigen. Hingga akhirnya warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cipocok untuk ditindaklanjuti," katanya.

Ia juga mengatakan, korban diduga menghisap gas beracun dan kekurangan oksigen. Sehingga mengalami kondisi yang lemah dan terjatuh ke dalam sumur. Menurut keterangan istri korban, kata dia, Khasanah dan anaknya sempat menegur korban agar tidak turun ke dalam sumur. Namun karena sumur kering, korban pun tetap nekat akhirnya kehilangan nyawa.

"Korban sempat dilarang oleh istri dan anaknya. Namun korban nekat karena mungkin lagi kemarau dan kekeringan enggak ada air. Jadi tetap melakukan perbaikan mesin air. Sumur itu juga, diduga ada gas beracun. Tim sar gabungan pun agak kesulitan untuk mengevakuasi korban, karena kehabisan oksigen," ujarnya.

Lambaian tangan

Ketua RW 03 Lingkungan Pelopor, Kelurahan Karundang Ridwan Arifin mengatakan, warga, istri dan anaknya sempat melihat lambaian tangan korban. Namun, tidak ada warga yang bisa menolongnya. "Kami melihat ada lambaian tangan, tapi kami tidak bisa menolonnya. Kami pun langsung melapor ke Polsek (Cipocok Jaya)," katanya.

Setelah melakukan berbagai upaya penyelamatan, akhirnya korban dapat dievakuasi sekitar pukul 17.10. Sebelumnya, tim sar gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kota Serang dan pihak Kepolisian berusaha untuk masuk ke dasar sumur. Namun, karena kekurangan oksigen, petugas pun kembali naik ke atas.

"Alhamdulillah, sekitar pukul 17.10 tadi, korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. Memang kami mengalami kendala, karena kondisi sumur yang sempit dan ada gas yang diduga beracun," kata Kasiops Basarnas Banten Heru Amir, usai evakuasi di kediaman korban.

Selanjutnya, kata dia, korban akan dibawa ke RSUD Drajat Prawiranegara untuk dilakukan otopsi. "Kami langsung bawa ke RSDP untuk dilakukan otopsi akibat meninggalnya korban. Apakah karena kehabisan oksigen, atau karena menghirup gas beracun," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten Rizki Putri.***

Bagikan: